Seperti komentar seorang warga di kolom komentar: “papua masih butuh pemimpin.. yang sudah ada harus baku sayang.. politik soal biasa…”

Politik memang soal biasa. Yang tidak biasa adalah cinta kita pada tanah ini.

Mari kita kawal jabat tangan ini agar tidak berhenti sebagai konten media sosial. Mari kita tagih kolaborasi nyatanya: dalam program pembinaan pengusaha asli Papua, dalam pembangunan pendidikan di pesisir dan pedalaman, dalam menjaga Timika tetap aman dan damai sebagai rumah bersama.

Karena pada akhirnya, sejarah tidak akan mencatat siapa menang berapa suara. Sejarah akan mencatat, apakah ketika menang, mereka mampu merangkul semua untuk membangun.

Mimika memanggil jiwa-jiwa besar itu. Dan hari itu, dua di antaranya telah menjawab. **

 

Catatan redaksi : Kami menerima tulisan opini maupun karya jurnalisme warga yang disertai identitas dan foto atau gambar pendukung. 

Pramoedya Ananta Toer pernah berkata, “Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.”

 

Bupati Johannes Rettob dan Maximus Tipagau berpelukan dan diskusi penuh hangat. (Foto – Istimewa).