Jelang Tim Turun, LEMASKO Ingatkan Warga Kamoro di Kapiraya Jangan Mudah Terprovokasi Isu Menyesatkan
Tim adat Kamoro yang telah dibentuk akan lebih dahulu turun dan bertemu masyarakat di sembilan kampung di wilayah Distrik Mimika Barat Tengah sesuai taparunya masing-masing. Mereka akan duduk bersama para tua-tua adat untuk menentukan batas-batas tanah adat sesuai warisan leluhur.
“Rencananya Jumat lusa tim adat terlebih dahulu turun bertemu masyarakat Kamoro di Kapiraya. Mereka melakukan pendekatan dengan tua-tua adat sesuai taparu masing-masing. Setelah itu baru tim pemerintah turun. Kita harap semua berjalan lancar dan alam juga ikut mendukung,” jelasnya.
Marianus juga menyatakan akan ikut bersama tim Pemerintah Kabupaten Mimika turun ke lapangan.
Menjelang keberangkatan tim, Marianus kembali mengingatkan masyarakat Suku Kamoro agar tidak menyebarkan isu-isu menyesatkan melalui media sosial seperti Facebook maupun pesan WhatsApp yang dapat memperkeruh suasana dan memicu gejolak. Namun jika ada indikasi provokasi di lapangan segera melaporkan kepada aparat kepolisian guna membali langkah-langkah antisipasi.
Ia berharap masyarakat memberikan kepercayaan kepada Pemerintah Kabupaten Mimika dan Pemerintah Provinsi Papua Tengah bersama Pemerintah Kabupaten Dogiyai dan Deiyai dalam menyelesaikan persoalan tersebut. Menurutnya, pemerintah tidak tinggal diam, melainkan terus melakukan pertemuan dan langkah-langkah penyelesaian.
Selain itu, Marianus juga meminta kepada Pemerintah Kabupaten Mimika agar untuk sementara waktu operasional Bandara Kapiraya yang dibangun oleh Pemkab Mimika dihentikan. Ia juga berharap penggunaan bandara oleh Pemerintah Kabupaten Dogiyai dan Deiyai dapat dibatasi. **

































