Ia meyakini tanpa kemandirian dan kemajuan dunia usaha yang kuat, pembangunan daerah akan berjalan lambat karena minimnya sumber pendapatan yang dapat memperkuat kapasitas fiskal daerah.

Terkait pemilihan ketua, Viktor berharap seluruh proses berjalan sesuai mekanisme dan tata cara yang tertuang dalam AD/ART KADIN, baik di tingkat pusat, provinsi, maupun kabupaten.

Sebagai anggota KADIN Mimika, ia menegaskan siapa pun yang memenuhi syarat berhak mencalonkan diri sebagai ketua karena proses tersebut bersifat terbuka bagi seluruh anggota asosiasi.

“Saya mengamati banyak anggota KADIN yang selama ini timbul tenggelam. Karena itu saya mendorong setiap asosiasi untuk tampil ke permukaan dan maju sebagai calon ketua,” ujarnya.

Pemerintah lanjutnya, telah memberikan kewenangan kepada KADIN untuk membina dan mendampingi para wirausahawan serta pelaku usaha dalam memajukan dunia usaha yang sejalan dengan program pemerintah.

Selain itu, Viktor mengingatkan agar pemerintah tidak mengintervensi proses pemilihan Ketua KADIN Mimika.

“KADIN hadir berdasarkan undang-undang tersendiri, sementara pemerintah menjalankan pembangunan dengan aturan yang berbeda. Meski demikian, tujuan keduanya sama, yakni meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memajukan dunia usaha,” katanya.

Sebagai mantan pengurus KADIN Mimika, Viktor mengungkapkan masih banyak program dan tugas organisasi yang seharusnya dijalankan namun belum terlaksana secara optimal.

“Saya berharap ke depan ketua terpilih bersama pengurus lainnya dapat menjalankan program-program yang tepat sasaran, terutama yang berorientasi pada peningkatan dan kemajuan dunia usaha,” harapnya.

Ia juga mendorong agar pengurus baru nantinya mampu memberikan masukan dan kajian kepada pemerintah sehingga kebijakan yang diambil benar-benar memberikan dampak positif bagi pelaku usaha di berbagai sektor.

Selain itu, Viktor berharap kepengurusan baru tetap mendukung program pembangunan yang sejalan dengan visi dan misi kepala daerah, yakni membangun dari kampung hingga ke kota. **