Ia menyebutkan angka kasus malaria tahun-tahun sebelumnya dengan tahun 2025 ini jumlahnya hampir sama menyerang semua golongan usia. Tetapi jumlah kasus tahun 2025 paling banyak usia dewasa dan usia sekolah.

Ia menyebutkan tahun 2024 kasus malaria pada anak sekolah hampir sama dengan orang dewasa. Intervensi lebih pada anak sekolah dengan alasan nyamuk aedes aigepty aktif menggigit pada pagi hari. Dengan demikian foging malaria di sekolah menjadi fokus utama pada tahun 2025 ini dalam upaya membunuh nyamuk dewasa supaya menurunkan angka kasusnya.

Ia menyebutkan pada tahun 2024 usia 6-11 tahun sebanyak 313 kasus, usia 12-18 tahun sebanyak 260 kasus. Jumlah tersebut untuk tahun ini pada anak-anak kasusnya menurun, jika dibandingkan usia dewasa. Sekarang usia sekolah 6-11 tahun ada 13 pasien  dan usia dan 12-18 tahun terdata 13 pasien dan dewasa per tanggal 3 September 2025 sebanyak 39 kasus.

Kamaludin mengungkapkan dengan semakin menurunnya angka kasus malaria pada anak dan orang dewasa membuktikan tingkat kesadaran masyarakat dalam melindungi diri dari gigitan nyamuk sudah semakin baik berkat promosi dan edukasi yang diberikan tahun-tahun sebelumnya. **