Mengenai pembayaran, Anggi menuturkan bisa harian atau mingguan tergantung pengajuan pembayaran dari Kopdes.

Sementara Riky, pengelola SPPG MBG samping Bulog, menuturkan selama ini pengelola dapur hadapi kesulitan masih terbatasnya dalam mendapatkan pasokan bahan baku makanan.

Ia bersyukur ada Kopdes Merah Putih yang siap jemput bola mengundang pengelola Dapur MBG untuk bicara masalah ini.

Namun untuk merealisasikan hal ini harus ada kontrak kerjasama.

“Memang ribet jika ada bahan makanan yang tidak layak itu bagaimana. Ini harus diikat dengan kontrak sehingga menjamin kedua belah pihak. Contoh misalnya jika ada sayur yang tidak layak apakah Kopdes bersedia ganti, dan dalam kontrak wajib ganti. Selain itu untuk buah jangan sampai busuk, apakah Kopdes bersedia ganti? Makanya harus diikat dengan kontrak. Itu contoh untuk mengikat kedua pihak. Belum yang lain-lain lagi yang dirasa ribet harus dibicarakan dari awal ini,” paparnya.

Ia menambahkan untuk ikan yang sudah disepakati ikan darat yang sudah vilet tanpa tulang.

“Semua produk bahan makanan harus melalui tahap seleksi sebelum masuk ke dapur. Yang tidak lolos harus diganti secepatnya,” katanya.

“Ini pertemuan awal dan usai pertemuan ini dilanjutkan pertemuan kedua yang melibatkan mitra, OPD teknis seperti Dinas Koperasi dan UMKM, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Perikanan, Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Pertanian, Dinas Ketahanan Pangan dan unsur Pemkab Mimika,” paparnya.

Sementara Kahar, juga pengelola SPPG mengharapkan kedepan selain Kopdes Merah Putih juga melibatkan UMKM yang ada di Kabupaten Mimika untuk menjadi mitra SPPG. Ini penting agar kekuatan daerah ini dibangun bersama antara Kopdes dan UMKM.

Berkaitan kerjasama  dalam pengadaan bahan makanan kata Kahar, sesungguhnya harus melibatkan UMKM supaya semua menikmati usaha ini.

“Memang usaha pengadaan bahan makanan sudah ada petunjuk dari pusat terutama kualitas masing-masing produk makanan. Memang ribet tapi kalau dari awal masing-masing pihak jaga betul kualitas maka tidak menimbulkan masalah,” katanya. **

Catatan Redaksi

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.” — Pramoedya Ananta Toer

Kami menerima kiriman tulisan opini maupun karya jurnalisme warga yang disertai identitas diri serta foto atau gambar pendukung.

Hak Jawab & Koreksi Berita

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel/berita di atas, Anda dapat mengirimkan artikel atau berita berisi sanggahan, koreksi, maupun hak jawab kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.