Ia mengatakan berbicara pendidikan tidak saja tentang ilmu pengetahuan tetapi ada karakter dan disiplin agar terus tumbuh menjadi aset yang baik. Orang berpendidikan tidak saja cerdas secara ilmu tetapi harus miliki karakater yang baik.

Ia berharap momentun ini tidak hanya menjadi acara seremonial belaka tetapi kesempatan bagi seluruh pihak dapat melihat kembali apa yang sudah dijalankan dalam menatap masa depan sekolah ini semakin baik.

“Kalau kita sudah setia apapun halangan tetap maju. Karena kita setia apapun yang dikerjakan melalui pertolongan Tuhan akan menjadi suatu yang luar biasa,” katanya.

Sementara Nius Wenda, Kabid Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika menyampaikan usia 31 tahun bukan remaja lagi tetapi sudah sangat dewasa. Namun, ia menyampaikan permintaan maaf sejauh ini belum memberikan perhatian secara nyata kepada SMTK Berea Timika.

Sebagai Kepala Bidang Pendidikan Menengah SMA dan SMK, ia berjanji akan berkoordinasi dengan Kepala Dinas Pendidikan untuk memberikan perhatian terhadap sekolah tersebut.

Wenda meminta pihak sekolah untuk segera bertemunya di kantor untuk berdiskusi mencari jalan agar bisa diberikan bantuan oleh pemerintah dalam mendukung keberlanjutan belajar mengajar di SMTK Berea Timika.

Wenda mengungkapkan siswa-siswi yang belajar di SMTK Berea Timika adalah orang muda yang setelah tamat akan berada di tengah masyarakat OAP menghadapi persoalan sosial  yang sangat sulit. Dimana berhadapan dengan karakter manusia yang berbeda.

Di hadapan para guru, siswa dan yayasan, Wenda secara terbuka menyampaikan permintaan maaf atas kekurangan di waktu lalu dan lupakan atas kealpaan pemerintah memberikan perhatian kepada sekolah ini. Namun sudah waktunya bersama-sama berpikir untuk kedepan lebih maju dan cerah. Karena Papua memiliki kekayaan alam yang sangat luar biasa melimpah agar bisa membangun daerah ini secara mandiri.

“Majukan Papua tidak ada orang lain yang datang membangun selain kita sendiri, terutama dalam membentuk karakter dan kepribadian,” katanya.

Wenda merasa miris di kota ini pada malam hari di pinggir jalan saudara-saudara yang lain tidur nyenyak, duduk santai di warung tenda atau café menikmati indahnya malam sambil minum kopi dan seduh teh hangat  tetapi OAP sendiri malah hidup dalam suasana penuh kepanikan dan ketakutan untuk keluar di jalan.

Ini semua, pesan Wenda menjadi tugas dan tanggunjawab semua generasi OAP saat ini. Harus berani, lebih berperan dan jangan takut berbicara tentang kebenaran di hadapan siapapun. Sebab pelajar SMTK Berea Timika dipakai oleh Tuhan untuk bicara.

Ia berjanji akan membantu agar SMTK Berea Timika bisa dimasukan dalam setiap program di Dinas Pendidikan Mimika kedepannya.

Sementara Pdt. Nahor Maiseni, S.Th, Sekretaris GKII Daerah Amungsa mewakili  4 Daerah mengakui melihat wajah sekolah saat ini banyak mengalami perkembangan.

“Kami 4 Daerah sebagai orangtua meskipun tidak berikan material tapi selalu dukung dalam doa. Lewat doa-doa membantu progres kemajuan sekolah kita ini,” katanya.

Pdt. Nahor mengungkapkan perubahan itu dapat dilihat selain kondisi fisik bangunan dari kayu kini sudah permanen. Juga sekolah yang awalnya hanya memberikan ijazah lokal tetapi setelah mengikuti akreditasi dengan mendapat akreditasi C, setiap tamatan sekolah memberikan ijazah nasional.

“Ini suatu kemajuan yang luar biasa. Ada bangunan fisik sekolah, guru bisa bertambah. Itu artinya sekolah bernafaskan GKII tidak ketinggalan. Ini bukti kerja keras semua pihak yang ada di lembaga pendidikan ini,” puji Pdt. Nahor.

Ia mengucapkan terima kasih banyak kepada semua pihak yang bekerja keras membuat sekokah ini bisa berkembang hingga saat ini. Di mana hasil dari lembaga pendidikan sudah menjadi tokoh agama maupun yang bekerja di sektor swasta maupun di pemerintahan. Salah satu alumninya, Pdt. Dr. Hans Waker, M.Si yang kini menjabat Ketua Sinode GKII Wilayah II Papua Tengah.

Selain itu, Pdt. Nahor menyentil saat ini di mana-mana ada konflik dan pembunuhan. Ini menunjukan karakter dan kerohanian manusia sudah tidak benar sehingga begitu gampang saling membunuh. Sebagai ciptaan Tuhan seharusnya saling jaga dan melindungi.

Menurutnya, membentuk orang-orang semacam ini butuh membenahi karakternya.

Ia berharap para pelajar SMTK Berea Timika tidak hanya menerima pengetahuan Teologi dan lainnya, tetapi perlu dibekali sikap dan karakter serta kepribadian yang baik, jika tidak maka akan hadapi kesulitan saat ada di lapangan dalam pelayanan. **

Catatan Redaksi

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.” — Pramoedya Ananta Toer

Kami menerima kiriman tulisan opini maupun karya jurnalisme warga yang disertai identitas diri serta foto atau gambar pendukung.

Hak Jawab & Koreksi Berita

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel/berita di atas, Anda dapat mengirimkan artikel atau berita berisi sanggahan, koreksi, maupun hak jawab kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.