Gabriel Zezo Nahkodai IKF Mimika Lima Tahun Kedepan: Jadikan Flobamora Rumah yang Teduh untuk Siapa Saja
Namun demikian, kata Gabriel dibalik perjuangan masing-masing warga Flobamora jangan lupa ada identitas besar yang dapat mempersatukan semua warga perantuan di tanah ini adalah rumah besar yang bernama Flobamora.
Nama Flobamora, ujar Gabriel bukan sekadar singkatan tanpa makna. Tetapi simbol kekeluargaan, kebersamaan dan semangat orang NTT yang pantang menyerah.
Pada momen tersebut, Gabriel mengajak seluruh warga Flobamora tetap menjaga dan merawat nilai-nilai persaudaraan seperti menjaga rumah sendiri.
“Kita boleh berbeda asal, pandangan bahkan berbeda pilihan tetapi kita tidak boleh terpecah. Perbedaan bukan menjadi alasan untuk menjauh melainkan undangan untuk saling memahami dan saling menguatkan,” pesannya.
Kehadiran Flobamora di tanah Mimika, tanah pernuh berkat tetapi penuh tantangan. Sebagai warga Flobamora mempunyai tanggung jawab moral dalam sosial untuk berperan positif dalam mendukung membangun daerah ini.
“Kita harus menjadi mitra terbaik untuk pemerintah daerah, turut mendukung pembangunan sosial dan kemanusiaan. Kita tidak boleh hanya menjadi penonton dari sebuah kemajuan di Kabupaten Mimika dan kita hadir harus menjadi pelaku, bekerja keras serta menjadi teladan bagi masyarakat lain. Menunjukan bahwa orang Flobamora bisa bersatu, bisa bekerja dan pembawa damai,” katanya.
Ia menegaskan kehadiran orang Flobamora bukan hanya sekadar tempat untuk berkumpul bersifat seremonial tetapi menjadi wadah pembentukan karakter dan sosial serta solidaritas. Flobamora menjadi tempat untuk saling membantu ketika mengalami kesusahan, saling menguatkan disaat lemah dan saling mendorong untuk suatu kemajuan bersama.
Gabriel juga menyadari selama dirinya memimpin IKF tidak berarti apa-apa jika tanpa dukungan kuat dari seluruh warga Flobamora di Mimika.
Gabriel tidak mengingingkan berjalan sendirian dalam menahkodai ribuan warga IKF di Mimika.
“Saya ingin kita berjalan bersama dalam satu langkah dengan satu irama dan satu tujuan. Kita kuat bukan karena satu orang hebat, tetapi karena kita semua hebat ketika kita bersatu,” harapnya.
Dengan dasar itu, Gabriel mengajak semua pengurus, sesepuh, tokoh masyarakat, tokoh perempuan, tokoh pemuda hidupkan kembali semangat gotongroyong dan persaudaraan.
“Mari kita buka pintu hati, buang jauh-jauh ego dan kepentingan pribadi. Mari kita jadikan Flobamora sebagai rumah yang teduh, bagi siapapun yang datang dengan niat yang baik,” ajak Gabriel.
Ia yakin dengan Flobamora bersatu akan menjadi kekuatan besar, kekuatan yang akan membawa nama baik orang NTT di Mimika. Kekuatan yang menebar cinta bukan perpecahan. Kekuatan yang menjadi teladan bagi generasi muda dan masyarakat luas.
“Kita boleh berasal dari pulau berbeda tapi di tanah ini kita satu keluarga,” pungkasnya. **














