Gabriel Zezo Nahkodai IKF Mimika Lima Tahun Kedepan: Jadikan Flobamora Rumah yang Teduh untuk Siapa Saja
Timika,papuaglobalnews.com – Selama lima tahun kedepan (2025-2030), Ikatan Keluarga Flobamora (IKF) Kabupaten Mimika Provinsi Papua Tengah dinahkodai Gabriel Zezo. Gabriel Zezo dipilih dalam Musyawarah Daerah (Musda) Ke VI dengan tema ‘Bersinergi Dalam Membangun Persaudaraan Flobamora Mimika’ dan langsung dilantik di hari yang sama, bersama kedua pengurus inti yakni Yohanes B. Charles, Sekretaris Umum dan Emanuel Kobun selaku bendaraha umum oleh Melchior Weruin, Sekretaris Umum Ikatan Kerukunan Flobamora (IKF) Papua didampingi Matheus Mamun Sare, Ketua Bidang Hukum dan HAM IKF Provinsi Papua.
Musda dan pelaintikan berlangsung di salah satu hotel di Jalan Hasanuddin Timika pada Sabtu 1 November 2025.
Gabriel Zezo yang sebelumnya menjabat Ketua Harian III terpilih secara demokratis dalam Musda VI menggantikan Marten LL Moru yang masa jabatannya berakhir pada 31 Oktober 2025, setelah menjalani lima tahun sejak tahun 2020-2025.
Dalam Musda ini, Gabriel Zezo calon kuat yang diusulkan Sektor Ngada meraih 99 suara moyoritas mengungguli Maricus Eo calon kuat dari Sektor Nagekeo dengan 24 suara. Maricus Eo merupakan Ketua Sektor Nagekeo saat ini.
Sebelum pemilihan kedua calon memaparkan visi dan misinya.
Di hadapan peserta Musda, Maricus Eo menyampaikan visi ingin terwujudnya IKF Kabupaten Mimika yang solid, berbudaya, mandiri, dan berkontribusi nyata dalam pembangunan daerah Kabupaten Mimika.
Maricus Eo juga mengusung empat misi utama:
- Memperat persaudaraan.
- Melestarikan budaya dan adat.
- Sinergi dengan pemerintah dan masyarakat lokal.
- Mengembangkan potensi generasi muda.
Sementara Gabriel Zezo mengusung visi: Mewujudkan IFK Kabupaten Mimika sebagai wadah persatuan, solidaritas dalam membangun daerah Kabupaten Mimika yang maju, damai dan sejahtera.
Gabriel juga mengusung empat misi utama:
- Persatuan dan solidaritas warga Flobamora Mimika.
- Pengembangan SDM pemuda.
- Melestarikan budaya NTT.
- Kemintraan strategis dengan pemerintah.
Musda yang berlangsung penuh kekeluargaan diikuti enam Sektor diantaranya Ngada, Nagekeo, Wuamesu, Ikatan Kerukunan Keluarga Kabupaten Sikka (IK3S), Lembata dan Lamaholot. Dalam pemberian hak suara selain utusan enam sektor dan sesepuh juga perwakilan Manggarai turut mengambil bagian.
Pelaksanaan Musda berjalan lancar diawali dengan pembahasan tata tertib hingga pemilihan serta penetapan hasil dengan pimpinan sidang Hironimus Kia Ruma didampingi Ferdinandus Kemusi dan Wilhelmus Wonga.
Hasil pertanggungjawaban pengurus IKF selama lima tahun diterima oleh semua Ketua Sektor yang ditandai dengan berita acara. Dokumen LPj tersebut kemudian diserahkan kepada ketua terlantik oleh Marthen LL Moru sebagai ketua demisioner.
Gabriel Zezo dalam sambutan perdananya menyampaikan, terima kasih kepada seluruh masyarakat IKF Mimika yang telah memberikan kepercayaan untuk mengemban amanat selama lima tahun kedepan.
Gabriel mengungkapkan kepercayaan ini bukan sekadar penghormatan melainkan suatu tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan senang hati, keiklasan dengan hati yang tulus untuk mengabdi bagi keluarga besar Flobamora.
Gabriel menyadari dirinya dipilih bukan karena lebih baik dari yang lain tetapi karena memiliki satu tekad yang sama menjaga persaudaraan dan membangun kebersamaan.
Gabriel menegaskan kepemimpinan yang diembannya bukan suatu kekuasaan melainkan sebagai pengabdian.
“Kita semua datang dari tanah Nusa Tengggara Timur dari berbagai suku, bahasa, dan budaya berbeda. Kita datang di tanah Mimika ini dengan satu tujuan untuk mencari kehidupan yang lebih baik bagi diri kita di tanah Amungsa Bumi Kamoro,” ujar Gabriel.
Namun demikian, kata Gabriel dibalik perjuangan masing-masing warga Flobamora jangan lupa ada identitas besar yang dapat mempersatukan semua warga perantuan di tanah ini adalah rumah besar yang bernama Flobamora.
Nama Flobamora, ujar Gabriel bukan sekadar singkatan tanpa makna. Tetapi simbol kekeluargaan, kebersamaan dan semangat orang NTT yang pantang menyerah.
Pada momen tersebut, Gabriel mengajak seluruh warga Flobamora tetap menjaga dan merawat nilai-nilai persaudaraan seperti menjaga rumah sendiri.
“Kita boleh berbeda asal, pandangan bahkan berbeda pilihan tetapi kita tidak boleh terpecah. Perbedaan bukan menjadi alasan untuk menjauh melainkan undangan untuk saling memahami dan saling menguatkan,” pesannya.
Kehadiran Flobamora di tanah Mimika, tanah pernuh berkat tetapi penuh tantangan. Sebagai warga Flobamora mempunyai tanggung jawab moral dalam sosial untuk berperan positif dalam mendukung membangun daerah ini.
“Kita harus menjadi mitra terbaik untuk pemerintah daerah, turut mendukung pembangunan sosial dan kemanusiaan. Kita tidak boleh hanya menjadi penonton dari sebuah kemajuan di Kabupaten Mimika dan kita hadir harus menjadi pelaku, bekerja keras serta menjadi teladan bagi masyarakat lain. Menunjukan bahwa orang Flobamora bisa bersatu, bisa bekerja dan pembawa damai,” katanya.
Ia menegaskan kehadiran orang Flobamora bukan hanya sekadar tempat untuk berkumpul bersifat seremonial tetapi menjadi wadah pembentukan karakter dan sosial serta solidaritas. Flobamora menjadi tempat untuk saling membantu ketika mengalami kesusahan, saling menguatkan disaat lemah dan saling mendorong untuk suatu kemajuan bersama.
Gabriel juga menyadari selama dirinya memimpin IKF tidak berarti apa-apa jika tanpa dukungan kuat dari seluruh warga Flobamora di Mimika.
Gabriel tidak mengingingkan berjalan sendirian dalam menahkodai ribuan warga IKF di Mimika.
“Saya ingin kita berjalan bersama dalam satu langkah dengan satu irama dan satu tujuan. Kita kuat bukan karena satu orang hebat, tetapi karena kita semua hebat ketika kita bersatu,” harapnya.
Dengan dasar itu, Gabriel mengajak semua pengurus, sesepuh, tokoh masyarakat, tokoh perempuan, tokoh pemuda hidupkan kembali semangat gotongroyong dan persaudaraan.
“Mari kita buka pintu hati, buang jauh-jauh ego dan kepentingan pribadi. Mari kita jadikan Flobamora sebagai rumah yang teduh, bagi siapapun yang datang dengan niat yang baik,” ajak Gabriel.
Ia yakin dengan Flobamora bersatu akan menjadi kekuatan besar, kekuatan yang akan membawa nama baik orang NTT di Mimika. Kekuatan yang menebar cinta bukan perpecahan. Kekuatan yang menjadi teladan bagi generasi muda dan masyarakat luas.
“Kita boleh berasal dari pulau berbeda tapi di tanah ini kita satu keluarga,” pungkasnya. **














