Menurut John, dimulainya ekspor ikan langsung dari Pelabuhan Pomako merupakan langkah maju yang dilakukan Pemerintah Provinsi Papua Tengah bersama Pemerintah Kabupaten Mimika dalam mendorong pertumbuhan sektor perikanan.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa keterlibatan nelayan asli Mimika harus menjadi perhatian utama. Menurutnya, manfaat ekonomi dari kegiatan ekspor tersebut harus benar-benar dirasakan oleh masyarakat asli, khususnya para nelayan di sekitar Pomako maupun wilayah Mimika lainnya.

“Kini ikan akan diekspor dari Pomako, Timika. Ini merupakan langkah maju Pemerintah Provinsi Papua Tengah dan Pemerintah Kabupaten Mimika. Namun saya ingin menekankan kembali bahwa keterlibatan nelayan asli Mimika harus nyata dan wajib hukumnya. Kegiatan ini harus mampu meningkatkan kesejahteraan nelayan asli Mimika di sekitar Pomako maupun wilayah Mimika lainnya,” tegasnya.

Ia menambahkan, ekspor ikan tentu akan dilakukan oleh badan usaha yang memenuhi persyaratan. Karena itu, menurutnya perlu dirumuskan skema kerja sama yang jelas antara badan usaha dengan nelayan lokal Orang Asli Mimika agar keterlibatan masyarakat dapat diwujudkan secara konkret dan berkelanjutan.

“Bila ekspor dilakukan oleh badan usaha yang memenuhi syarat, maka harus dirumuskan skema kerja sama dengan nelayan lokal Orang Asli Mimika sehingga keterlibatan masyarakat dapat digambarkan secara konkret dan nyata,” ujarnya.

John kembali menegaskan harapannya agar potensi emas biru di lautan Mimika benar-benar menjadi sumber kesejahteraan bagi masyarakat asli Mimika.

“Emas Biru di Lautan Mimika harus mensejahterakan masyarakat asli Mimika,” pungkasnya. **