Dukung Peluncuran Ekspor Perdana Ikan di Pomako, John Gobai Harap Emas Biru Laut Mimika Sejahterakan Masyarakat Asli
John NR Gobai, Waket IV DPR Provinsi Papua Tengah berada di Pelabuhan Pomako dalam kunjungan kerja beberapa waktu lalu. (Foto -Istimewa).
Nabire,papuaglobalnews.com – Wakil Ketua IV DPR Papua Tengah, John NR Gobai, menyatakan dukungan penuh terhadap peluncuran ekspor perdana ikan yang dilaksanakan Pemerintah Provinsi Papua Tengah di Pelabuhan Pomako, Kabupaten Mimika, pada Selasa 30 Juni 2026.
John mengatakan, kekayaan sumber daya laut atau emas biru di perairan Mimika harus dikelola oleh masyarakat asli Mimika sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat setempat.
“Emas biru di lautan Mimika harus dapat dikelola oleh masyarakat Mimika sendiri. Artinya, lautan Mimika tidak menyimpan kekayaan untuk orang lain, tetapi harus dikelola oleh masyarakat sendiri,” ujar John dalam rilisnya kepada redaksi papuaglobalnews.com pada Selasa 30 Juni 2026.
Ia menjelaskan, pandangan tersebut juga merupakan salah satu hasil hearing Pimpinan DPR Papua Tengah yang bekerja sama dengan STIH Mimika di Timika beberapa waktu lalu.
John mengaku ingin menghadiri peluncuran ekspor perdana ikan di Pelabuhan Pomako. Namun, pada saat yang sama dirinya masih berada di Enarotali, Kabupaten Paniai, untuk melaksanakan kegiatan kedewanan.
“Saya ingin hadir pada Selasa, 30 Juni, dalam ekspor perdana ikan di Pomako. Namun saya masih berada di Enarotali, Paniai, melaksanakan kegiatan dewan. Meski demikian, saya mendukung penuh kegiatan ini. Semoga ke depan berjalan lancar dan Orang Asli Mimika dapat terlibat dalam usaha ini. Bagi saya, itu poin yang paling penting,” katanya.
Menurut John, dimulainya ekspor ikan langsung dari Pelabuhan Pomako merupakan langkah maju yang dilakukan Pemerintah Provinsi Papua Tengah bersama Pemerintah Kabupaten Mimika dalam mendorong pertumbuhan sektor perikanan.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa keterlibatan nelayan asli Mimika harus menjadi perhatian utama. Menurutnya, manfaat ekonomi dari kegiatan ekspor tersebut harus benar-benar dirasakan oleh masyarakat asli, khususnya para nelayan di sekitar Pomako maupun wilayah Mimika lainnya.
“Kini ikan akan diekspor dari Pomako, Timika. Ini merupakan langkah maju Pemerintah Provinsi Papua Tengah dan Pemerintah Kabupaten Mimika. Namun saya ingin menekankan kembali bahwa keterlibatan nelayan asli Mimika harus nyata dan wajib hukumnya. Kegiatan ini harus mampu meningkatkan kesejahteraan nelayan asli Mimika di sekitar Pomako maupun wilayah Mimika lainnya,” tegasnya.
Ia menambahkan, ekspor ikan tentu akan dilakukan oleh badan usaha yang memenuhi persyaratan. Karena itu, menurutnya perlu dirumuskan skema kerja sama yang jelas antara badan usaha dengan nelayan lokal Orang Asli Mimika agar keterlibatan masyarakat dapat diwujudkan secara konkret dan berkelanjutan.
“Bila ekspor dilakukan oleh badan usaha yang memenuhi syarat, maka harus dirumuskan skema kerja sama dengan nelayan lokal Orang Asli Mimika sehingga keterlibatan masyarakat dapat digambarkan secara konkret dan nyata,” ujarnya.
John kembali menegaskan harapannya agar potensi emas biru di lautan Mimika benar-benar menjadi sumber kesejahteraan bagi masyarakat asli Mimika.
“Emas Biru di Lautan Mimika harus mensejahterakan masyarakat asli Mimika,” pungkasnya. **

















