Timika,papuaglobalnews.com – Sebagai bentuk dukungan terhadap kesiapan data pemetaan perizinan, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Mimika bakal turun mendata potensi pariwisata di wilayah pesisir.

Hal ini disampaikan Marselino Mameyao, SKM, Kepala DPMPTSP Mimika kepada papuaglobalnews.com, Rabu, 26 Agustus 2026.

Marsel menyebutkan, wilayah pesisir menjadi lokasi pertama yang akan didatangi tim perizinan, yakni Kampung Ipaya, Distrik Amar. Wilayah tersebut diketahui memiliki potensi kekayaan alam pariwisata bahari dengan bentangan pasir yang sangat indah.

“Dalam waktu dekat ini atau awal September 2026, kami akan turun pendataan pemetaan potensi pariwisata. Memang secara tugas pokok dan fungsi berada di Dinas Pariwisata, Kebudayaan dan Ekonomi Kreatif. Tapi kami lebih pada menyiapkan data pemetaan untuk kepentingan investasi,” jelas Marsel.

Menurut Marsel, dengan mengantongi data pemetaan potensi kekayaan alam tersebut, apabila ada pameran di Batam, Bali maupun Yogyakarta, DPMPTSP dapat menampilkan atau mempromosikan kepada dunia maupun publik bahwa Mimika memiliki kekayaan alam pariwisata yang dapat memberikan peluang kepada investor untuk datang berinvestasi.

Dalam pemetaan dan promosi tersebut, kata Marsel, pihaknya juga akan berkolaborasi dengan Dinas Pariwisata, Kebudayaan dan Ekonomi Kreatif (Disparbud Ekraf).

Dalam pemetaan itu, tim tidak hanya mengambil data potensi pariwisata, tetapi juga akan berkomunikasi dengan masyarakat, mendengarkan masukan masyarakat setempat serta mengetahui apa yang mereka inginkan apabila ada investor yang bersedia berinvestasi untuk mengelola pariwisata di wilayahnya.

Marsel mengungkapkan, di Ipaya terdapat salah satu pulau dengan bentangan pantai yang indah dan sangat cocok dikembangkan menjadi daerah tujuan wisata.

Ia menyebutkan, potensi wisata alam bahari di Ipaya memiliki hamparan pasir putih yang indah, deretan pohon kelapa, serta menghadap langsung ke Laut Arafura.

Selain itu, wilayah tersebut merupakan kawasan kampung nelayan, tempat wisatawan dapat menikmati suasana pantai, memancing, maupun melihat matahari terbenam.

Nama “Ipaya” sendiri merupakan gabungan dari tiga kampung bersaudara, yaitu Ipiri, Paripi dan Yaraya.

Di Ipaya juga terdapat ekowisata dan budaya. Wilayah tersebut dikelilingi hutan mangrove dan muara sungai, serta kaya akan budaya Suku Kamoro seperti seni ukir dan tradisi lokal.

Marsel menambahkan, selain di Ipaya, lokasi berikutnya berada di wilayah Kampung Keakwa, Distrik Mimika Tengah.

Di wilayah tersebut terdapat wisata bahari dan pesisir pantai pasir putih. Keakwa memiliki garis pantai berpasir putih yang bersih dan indah di sepanjang pesisir Mimika.

Selain itu, terdapat spot berburu senja. Pesisir pantai ini menjadi lokasi favorit wisatawan untuk menikmati pemandangan matahari terbenam (sunset) pada sore hari.

Selanjutnya, terdapat potensi hasil laut. Perairan sekitar Keakwa kaya akan sumber daya ikan, kepiting dan udang.

Kemudian, terdapat wisata sejarah Perang Dunia II berupa dua buah meriam peninggalan Jepang yang masih terjaga dengan baik.

Selain itu, terdapat wisata budaya Suku Kamoro yang kental dengan nilai-nilai adat, kehidupan sungai, serta seni ukir khas Papua yang telah mendunia. **