Ia menjelaskan, pada agenda pertemuan kedua nanti pihaknya akan melakukan koordinasi dengan para kepala kampung di wilayah pesisir dan wilayah pegunungan agar semua kepala kampung beserta aparat kampung dapat hadir.

“Untuk wilayah pegunungan menjadi tugas sekretaris menghubungi mereka, termasuk wilayah Kwamki Narama dan Kuala Kencana. Sedangkan wilayah pesisir pantai akan saya bersama kepala kampung lainnya hubungi. Pada pertemuan berikutnya bidang-bidang dan keanggotaan akan dilengkapi,” jelasnya.

Ia menambahkan, setelah seluruh bidang terisi, susunan kepengurusan akan disampaikan ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) APDESI. Selanjutnya, sesuai arahan DPP, kepengurusan tersebut akan didaftarkan ke Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Mimika.

Sementara itu, Bendahara Umum APDESI Mimika, Edison Rafra, mengatakan kehadiran APDESI menjadi wadah berhimpunnya 133 kepala kampung beserta aparat kampung di Kabupaten Mimika.

APDESI juga memiliki tugas sebagai wadah pembinaan bagi seluruh kepala desa di Indonesia, termasuk di Kabupaten Mimika.

“Karena itu sangat penting kehadiran para kepala kampung dan sekretaris pada setiap pertemuan. Sebab dalam setiap pertemuan akan ada informasi baru terkait keberadaan organisasi ini. Pertemuan berikutnya akan dijadwalkan kembali dan semua kepala kampung diharapkan dapat hadir,” ujarnya. **

Catatan Redaksi

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.” — Pramoedya Ananta Toer

Kami menerima kiriman tulisan opini maupun karya jurnalisme warga yang disertai identitas diri serta foto atau gambar pendukung.

Hak Jawab & Koreksi Berita

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel/berita di atas, Anda dapat mengirimkan artikel atau berita berisi sanggahan, koreksi, maupun hak jawab kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.