Dalam menjalankan Smart City, John menekankan diperlukan suatu gagasan inovasi dari OPD dan keterlibatan semua pihak. Hal ini bertujuan melahirkan inovasi kerja untuk tingkatkan pelayanan kepada masyarakat kedepan semakin baik.

Di hadapan Dewan Smart City, orang nomor satu di Mimika ini meminta semua pihak memberikan kontribusi untuk kemajuan Mimika Kota Pintar.

“Kota cerdas bukan dilihat dari berapa banyak aplikasi tapi berapa efektif yang digunakan untuk memudahkan pelayanan untuk kepentingan masyarakat. Dalam bekerja kita tidak boleh ego tapi kolaborasi,” pesannya.

Pada kesempatan itu, ia mengingatkan kepada dewan smart city merevisi kembali dokumen Sistem Pelayanan Berbasis Elektronik (SPBE) sesuai regulasi, perlu melaporkan capaian smart city, apa kendala dan manfaat yang sudah dibuat.

Dikatakan, Mimika Rumah Kita harus didukung dengan pelayanan yang baik. Tagline ‘Mimika Rumah Kita’ perlu dibuatkan logo. Dikatakan jika semua bersepakat untuk membuat logo perlu diputuskan secara bersama-sama.

Berkaitan dengan itu, ia menyarankan supaya mengadakan lomba desain logo ‘Mimika Rumah Kita’ yang selanjutnya diperkuat dengan Peraturan Bupati (Perbup).

Selain itu, John meminta kepada semua dewan smart city wajib hadir secara konsisten dalam setiap rapat dan jangan diwakilkan dengan pejabat lain agar bisa mengikuti perkembangan. Dewan Smart City ini SKnya sudah disiapkan tinggal dibagikan.

Wikan Danar Sunindyo menjelaskan Smart City merupakan kawasan yang dapat mengelola berbagai sumber dayanya secara efektif dan efisien untuk menyelesaikan berbagai tantangan menggunakan solusi bersifat inovatif, terintegrasi, partisipatif dan berkelanjutan untuk menyediakan infrastruktur dan memberikan layanan-layanan untuk meningkatkan kualitas hidup warganya.

Smart City adalah cara membangun dan mengelola kota secara Inovatif: Hal baru atau cara baru. Partisipatif: Bukan hanya pemerintah. Terintegrasi: Bersama tidak sendiri-sendiri serta berkelanjutan untuk generasi selanjutnya. **