Timika,papuaglobalnews.com – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Mimika Papua Tengah mengadakan Rapat Dewan Smart City II, Rabu 13 Agustus 2025.

Rapat berlangsung di salah satu hotel di Timika sedianya dimulai pukul 11.00 WIT namun diundur pukul 13.42 WIT. Pergeseran waktu ini terjadi karena Bupati Johannes Rettob dan Wakil Bupati Emanuel Kemong masih mengikuti acara yang diselenggarakan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Besar (DP3AKB) Mimika di hotel yang sama.

Dalam rapat Dewan Smart City II, Diskominfo bekerjasama dengan tenaga ahli ITB sebagai narasumber yakni Windy Gambetta membawakan materi tentang capaian dan target Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik dan Wikan Danar Sunindyo berbicara tentang Smart City dan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Turut mendampingi Bupati, Bernadina Yamangin selaku Plt. Kepala Diskominfo Mimika.

Hadir pada acara ini, Plt. Sekda Mimika Abraham Kateyau, para asisten, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), perwakilan TNI-Polri dan undangan lainnya.

Johannes Rettob dalam sambutan menjelaskan rapat dewan smart city sesuai kesepakatan dilaksanakan setiap tiga bulan sekali.

“Kita setuju lakukan sesuai perkembangan. Mimika sebagai salah satu kabupaten di Indonesia masuk sebagai smart city oleh Kementerian Informatika dan Digital,” jelas John.

John mengakui walaupun dalam pelaksanaan belum ada infrastruktur yang paling baik tetapi terus berusaha bagaimana implementasikan kepada masyarakat secara baik.

“Mimika dipilih sebagai salah satu kabupaten di Indonesia sebagai kota pintar dan ini jadi komitmen kita semua jadikan Mimika Kota Cerdas,” katanya.

Menurutnya, Mimika sebagai Kota Cerdas maka pelayanan kepada masyarakat dengan teknologi harus dilakukan.

“Teknologi dibuat untuk selesaikan segala persoalan. Pelayanan publik makin mudah dan terbuka,” tegasnya.

Dalam menjalankan Smart City, John menekankan diperlukan suatu gagasan inovasi dari OPD dan keterlibatan semua pihak. Hal ini bertujuan melahirkan inovasi kerja untuk tingkatkan pelayanan kepada masyarakat kedepan semakin baik.

Di hadapan Dewan Smart City, orang nomor satu di Mimika ini meminta semua pihak memberikan kontribusi untuk kemajuan Mimika Kota Pintar.

“Kota cerdas bukan dilihat dari berapa banyak aplikasi tapi berapa efektif yang digunakan untuk memudahkan pelayanan untuk kepentingan masyarakat. Dalam bekerja kita tidak boleh ego tapi kolaborasi,” pesannya.

Pada kesempatan itu, ia mengingatkan kepada dewan smart city merevisi kembali dokumen Sistem Pelayanan Berbasis Elektronik (SPBE) sesuai regulasi, perlu melaporkan capaian smart city, apa kendala dan manfaat yang sudah dibuat.

Dikatakan, Mimika Rumah Kita harus didukung dengan pelayanan yang baik. Tagline ‘Mimika Rumah Kita’ perlu dibuatkan logo. Dikatakan jika semua bersepakat untuk membuat logo perlu diputuskan secara bersama-sama.

Berkaitan dengan itu, ia menyarankan supaya mengadakan lomba desain logo ‘Mimika Rumah Kita’ yang selanjutnya diperkuat dengan Peraturan Bupati (Perbup).

Selain itu, John meminta kepada semua dewan smart city wajib hadir secara konsisten dalam setiap rapat dan jangan diwakilkan dengan pejabat lain agar bisa mengikuti perkembangan. Dewan Smart City ini SKnya sudah disiapkan tinggal dibagikan.

Wikan Danar Sunindyo menjelaskan Smart City merupakan kawasan yang dapat mengelola berbagai sumber dayanya secara efektif dan efisien untuk menyelesaikan berbagai tantangan menggunakan solusi bersifat inovatif, terintegrasi, partisipatif dan berkelanjutan untuk menyediakan infrastruktur dan memberikan layanan-layanan untuk meningkatkan kualitas hidup warganya.

Smart City adalah cara membangun dan mengelola kota secara Inovatif: Hal baru atau cara baru. Partisipatif: Bukan hanya pemerintah. Terintegrasi: Bersama tidak sendiri-sendiri serta berkelanjutan untuk generasi selanjutnya. **