Selain penyampaian materi, peserta juga mengikuti diskusi interaktif dan sesi berbagi pengalaman sebagai bagian dari penguatan jejaring dukungan antarsesama ODHIV.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan pemahaman ODHIV mengenai pentingnya kepatuhan terhadap pengobatan, memperkuat kesehatan mental, mendorong penerapan pola hidup sehat, serta meningkatkan kemandirian melalui pengembangan potensi diri. Workshop juga bertujuan mempererat jejaring dukungan antara ODHIV, tenaga kesehatan, dan komunitas.

Menjelang penutupan kegiatan, suasana berlangsung penuh haru ketika dua orang peserta tampil memberikan testimoni. Keduanya membagikan kisah perjalanan hidup sebagai ODHIV, mulai dari menghadapi stigma, menerima kondisi diri, hingga bangkit dengan tetap menjalani terapi ARV secara rutin.

Mereka juga mengajak peserta lainnya untuk tidak menyerah, tetap disiplin menjalani pengobatan, serta saling menguatkan agar dapat hidup sehat, produktif, dan menjadi inspirasi bagi sesama.

Testimoni tersebut menjadi penutup yang bermakna dalam workshop. Hal itu sekaligus menegaskan bahwa dengan dukungan keluarga, tenaga kesehatan, komunitas, serta kepatuhan terhadap pengobatan, ODHIV dapat menjalani kehidupan yang berkualitas dan terus berkarya di tengah masyarakat. **

Catatan Redaksi

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.” — Pramoedya Ananta Toer

Kami menerima kiriman tulisan opini maupun karya jurnalisme warga yang disertai identitas diri serta foto atau gambar pendukung.

Hak Jawab & Koreksi Berita

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel/berita di atas, Anda dapat mengirimkan artikel atau berita berisi sanggahan, koreksi, maupun hak jawab kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.