Timika,papuaglobalnews.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika melalui Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Seksi Imunisasi melaksanakan kegiatan Pertemuan Persiapan Pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) Tahun 2026 sebagai upaya meningkatkan cakupan imunisasi anak sekolah di Kabupaten Mimika, Selasa 9 Juni 2026.

Kegiatan yang dilaksanakan di salah satu hotel di Timika tersebut merupakan bagian dari program Pemenuhan Upaya Kesehatan Perorangan dan Upaya Kesehatan Masyarakat yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Mimika, Godfried Maturbongs melalui Linus Dumatubun, Kabid P2 Dinkes menjelaskan, berdasarkan petunjuk teknis kegiatan, hasil yang diharapkan dari pelaksanaan pertemuan ini adalah meningkatnya pengetahuan dan keterampilan petugas imunisasi Puskesmas dalam pelaksanaan BIAS.

Peserta kegiatan terdiri dari petugas imunisasi yang berasal dari puskesmas, rumah sakit, dan klinik yang melaksanakan pelayanan imunisasi serta sosialisasi imunisasi di Kabupaten Mimika.

Melalui kegiatan ini, Linus berharap petugas imunisasi di fasilitas kesehatan pemerintah maupun swasta memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai imunisasi secara umum serta pelaksanaan BIAS secara khusus.

Dalam dokumen petunjuk teknis disebutkan bahwa program imunisasi memiliki beberapa tahapan, mulai dari imunisasi dasar, baduta, balita, BIAS hingga Wanita Usia Subur (WUS).

Pelaksanaan BIAS dinilai sangat penting karena pada usia sasaran BIAS terjadi penurunan titer antibodi sehingga diperlukan imunisasi tambahan untuk meningkatkan kembali kekebalan tubuh anak terhadap berbagai penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi.

Sasaran BIAS merupakan kelompok anak usia sekolah yang relatif mudah dijangkau karena berada dalam satu lokasi. Selain itu, rentang waktu pelaksanaannya cukup panjang, yakni mulai Agustus hingga November 2026.

Namun demikian, berdasarkan evaluasi lima tahun terakhir, cakupan pelaksanaan BIAS di Kabupaten Mimika belum pernah mencapai target nasional sebesar 95 persen untuk seluruh antigen. Rata-rata cakupan imunisasi BIAS di Kabupaten Mimika masih berada di bawah 80 persen setiap tahunnya.

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa risiko terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi masih cukup tinggi di Kabupaten Mimika.

Karena itu, lanjutnya, pertemuan persiapan pelaksanaan BIAS Tahun 2026 diharapkan mampu menghasilkan solusi untuk meningkatkan cakupan imunisasi seluruh antigen sehingga dapat membantu menekan potensi terjadinya KLB yang dapat berdampak luas tidak hanya di Mimika, tetapi juga wilayah lain di Papua.

Hal ini mengingat Kabupaten Mimika merupakan salah satu daerah transit yang memiliki mobilitas penduduk cukup tinggi.

Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan terlaksananya pertemuan persiapan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) sekaligus meningkatkan kesiapan petugas dalam melaksanakan program tersebut.

Secara khusus, kegiatan ini bertujuan agar seluruh petugas imunisasi di fasilitas kesehatan dapat mengikuti pertemuan persiapan pelaksanaan BIAS, serta memastikan seluruh fasilitas kesehatan mampu melaksanakan sosialisasi BIAS, pelayanan imunisasi anak sekolah, pencatatan dan pelaporan secara manual maupun melalui aplikasi yang telah disediakan.

Penerima manfaat kegiatan ini meliputi Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, petugas imunisasi, serta masyarakat Kabupaten Mimika secara umum.

Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui paparan materi oleh narasumber dan diskusi yang bertujuan meningkatkan kemampuan petugas imunisasi di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan yang ada di Kabupaten Mimika.

Tahapan kegiatan dimulai dengan persiapan pada Mei 2026, dilanjutkan pelaksanaan kegiatan pada Juni 2026, kemudian pengawasan dan pelaporan yang akan berlangsung mulai Agustus hingga Desember 2026.

Dengan adanya pertemuan persiapan ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika berharap seluruh fasilitas kesehatan dapat meningkatkan kualitas pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah sehingga target cakupan imunisasi dapat tercapai dan risiko terjadinya Kejadian Luar Biasa penyakit menular dapat ditekan semaksimal mungkin. **