Menghadapi curah hujan tersebut, BMKG mengeluarkan rekomendasi untuk diperhatikan:

  1. Kepada masyarakat dan Instansi terkait agar waspada terhadap potensi terjadinya bencana hidrometeorologis (dampak cuaca esktrem) seperti hujan lebat hingga sangat lebat dalam skala lokal, serta angin kencang yang dapat mengakibatkan dampak seperti banjir, tanah longsor, pohon tumbang, serta dampak kerusakan lainnya;
  2. Khusus untuk daerah(Prov, Kab/Kota, Kec) dengan topografi curam/bergunung atau rawan longsor agar tetap waspada khususnya pada kejadian hujan dengan intensitas ringan hingga sedang yang terjadi selama beberapa hari berturut-turut. Pada daerah dataran rendah dan dekat aliran sungai/kali, untuk mewaspadai potensi genangan/banjir. Selain itu, waspada dengan adanya pohon, reklame, atau benda lain yang bisa roboh saat terjadi angin kencang;
  3. Kepada BPBD, Balai (Besar) Wilayah Sungai (BWS) dan KORLANTAS (Kepolisian setempat), agar menghindarkan masyarakat dan arus lalu lintas dari zona rawan longsor, banjir dan banjir bandang, selama periode Peringatan Dini. Cuaca dari BMKG;
  4. Masyarakat yang meninggalkan rumah akibat potensi cuaca ekstrim dapat kembali kerumah 1-2 jam setelah peringatan dini berakhir
  5. Memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG, seperti situs web www.bmkg.go.id, media sosial @infobmkg , aplikasi infoBMKG atau Call Center BMKG 196.

Salah seorang warga Timika, Amran K, merasa bersyukur sekali setelah sekian lama mengalami kepanasan dan kekeringan  hari ini Tuhan menurunkan hujan dengan intensitas yang tinggi.

Selama masa panas panjang, ia  mengakui hampir semua warga sudah mengeluh debit air sumur berkurang yang selama ini digunakan untuk kebutuhan MCK. Tapi dengan hujan yang cukup deras ini bisa menambah persediaan air tanah supaya debit air sumur kembali naik.

Selain itu, Amran mengharapkan dengan hujan ini dapat menurunkan juga partikel-partikel kabut asap yang masih bertengger di langit Timika akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dari Merauke dan Asmat. Dampak dari kabut asap jarak pandang menjadi pendek dan bisa mengganggu kesehatan dalam hal ini Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). **

Catatan Redaksi

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.” — Pramoedya Ananta Toer

Kami menerima kiriman tulisan opini maupun karya jurnalisme warga yang disertai identitas diri serta foto atau gambar pendukung.

Hak Jawab & Koreksi Berita

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel/berita di atas, Anda dapat mengirimkan artikel atau berita berisi sanggahan, koreksi, maupun hak jawab kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.