Deteksi Dini AGTH, Bakesbangpol Mimika Bermitra dengan Empat Forum
Ia mengungkapkan apa yang dilakukan Bakesbangpol dalam membentuk forum sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan yang dapat dilaksanakan sesuai ketersediaan keuangan daerah.
Alfasiah mengakui selama ini FKDM sudah benar-benar menjalankan Tupoksinya secara baik. Setiap ada informasi kejadian yang berpotensi menimbulkan ancaman, gangguan, tantangan dan hambatan (AGTH), FKDM senantiasa secara cepat membangun koordinasi dengan Bakesbangpol dan aparat keamanan guna mencegah lebih dini sebelum meluas.
Contohnya persoalan pembakaran mahkota cenderawasih beberapa waktu lalu di Jayapura, Bakesbangpol berkoordinasi dengan FKDM untuk memantau situasi di lapangan lebih awal guna mencegah munculnya aksi. Namun bersyukur masyarakat adat menyampaikan aspirasinya secara damai kepada DPRK Mimika.
Juga terkait masalah rasis di SD Kalam Kudus dengan membangun koordinasi dengan pihak lain.
Bakesbangpol bersama mitra kerjanya selalu berusaha membangun jejaring yang baik dalam upaya pencegahan dini.
“Jika kita tidak mampu mencegah, setidaknya isu tersebut tidak meluas yang dapat menimbulkan banyak jatuh korban,” ujarnya.
Tugas mitra-mitra ini lebih pada pencegahan dini hingga di tingkat kampung dan desa, sedangkan sisi pengamanan menjadi kewenangan aparat TNI-Polri.
Mendeteksi dini menjadi tugas paling penting dalam pencegahan sebelum terjadi. Sebab, personil TNI-Polri yang bertugas sebagai Bintara Pembina Desa (Babinsa) dan Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) di tingkat desa atau kelurahan jumlahnya sangat terbatas.
Anggota FKDM yang bekerja di lapangan identitasnya dirahasiakan. Hal ini untuk memberikan perlindungan terhadap yang bersangkutan dalam mengantisipasi hal-hal yang berpotensi berisiko akibat dari laporannya.
Ia mencontohkan laporan atau informasi dini mengenai kasus Narkoba yang masuk di Polres Mimika juga dari anggota FKDM.
Kepada anggota FKDM, Alfasiah selalu menitip pesan silakan bekerja melaksanakan tugas mendeteksi dini secara baik namun tetap mengutamakan keselamatan. Menjaga keselamatan jiwa jauh lebih diutamakan jika informasi atau deteksi dini disampaikan berpotensi berisiko tinggi. **














