Desember 2025, Timika Alami Inflasi 2,03 Persen dengan IHK 112,77
Kelompok pengeluaran yang memberikan andil inflasi y-on-y terbesar berasal dari perawatan pribadi dan jasa lainnya dengan andil 1,43 persen, disusul transportasi sebesar 0,20 persen, penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,13 persen, serta perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,12 persen.
Adapun kelompok yang memberikan andil deflasi y-on-y yakni pakaian dan alas kaki sebesar 0,03 persen serta pendidikan sebesar 0,01 persen, sementara kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan tidak memberikan andil signifikan.
Komoditas Penyumbang Inflasi dan Deflasi
Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi y-on-y pada Desember 2025 antara lain emas perhiasan, minyak goreng, ikan kembung, sigaret kretek mesin (SKM), bawang merah, angkutan udara, bahan bakar rumah tangga, nasi dengan lauk, beras, kopi bubuk, cabai merah, hingga mobil.
Sementara komoditas yang memberikan andil deflasi y-on-y antara lain daging babi, cabai rawit, tomat, bawang putih, daging ayam ras, telur ayam ras, daging sapi, ketimun, tahu mentah, jeruk, serta beberapa produk sandang dan perawatan pribadi.
Untuk inflasi m-to-m, komoditas utama penyumbang kenaikan harga adalah angkutan udara, emas perhiasan, bahan bakar rumah tangga, bawang merah, cabai rawit, tempe, dan bensin. Sedangkan komoditas yang menahan inflasi atau mengalami deflasi m-to-m antara lain terong, kangkung, bawang putih, ikan mumar, beras, dan ketimun.
Inflasi Tinggi pada Perawatan Pribadi
BPS mencatat kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mengalami inflasi y-on-y tertinggi sebesar 21,32 persen. Kenaikan ini terutama dipicu oleh lonjakan harga emas perhiasan yang memberikan andil inflasi sebesar 1,39 persen. Selain itu, komoditas seperti sabun mandi, pembalut wanita, bedak, tissu, dan shampo juga turut menyumbang inflasi meskipun dengan andil relatif kecil.
Inflasi Transportasi dan Rekreasi
Kelompok transportasi mengalami inflasi y-on-y sebesar 2,15 persen, dipengaruhi kenaikan tarif angkutan udara, harga bensin, serta kendaraan bermotor. Sementara kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya mencatat inflasi y-on-y sebesar 4,06 persen, terutama disumbang oleh kenaikan harga layanan rekreasi dan olahraga serta alat tulis sekolah.
Dengan capaian tersebut, Ouceu menegaskan bahwa inflasi Timika sepanjang tahun 2025 masih berada pada level terkendali, meskipun terdapat tekanan harga pada beberapa kelompok pengeluaran tertentu, terutama perawatan pribadi dan transportasi. **




































