Demi Marwah Aparat, Dianu Omaleng Desak Kapolri dan Panglima TNI Usut Tuntas Penembakan di Uiaugin Mile 69
Timika,papuaglobalnews.com – Gelombang desakan agar kasus penembakan warga sipil di area pendulangan Uiaugin (Mile 69), Tembagapura, segera diselesaikan secara hukum kini terus menguat.
Tokoh Intelektual Amungme, Dianu Omaleng, secara terbuka melayangkan tuntutan langsung kepada Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) dan Panglima TNI Republik Indonesia untuk turun tangan mengusut tuntas insiden berdarah tersebut.
Pernyataan tegas ini menyusul aksi penyisiran malam hari pada 7 Mei 2026 yang berujung pada penembakan menyasar di area kerumunan warga, hingga menyebabkan sejumlah warga sipil termasuk anak-anak dan kaum ibu mengalami luka-luka bahkan meninggal dunia.
Desak Pengungkapan Tersangka dan Hukuman Setimpal
Dianu Omaleng menegaskan bahwa institusi Kepolisian dan TNI harus bergerak cepat serta transparan dalam mengungkap siapa oknum pelaku di balik penembakan tersebut.
“Kami meminta kepada yang terhormat Bapak Kapolri dan Jenderal TNI Republik Indonesia untuk segera mengusut tuntas kasus penembakan di Tembagapura Mile 69 atau Uiaugin ini,” tulis Dianu dalam rilisnya kepada redaksi papuaglobalnews.com pada Kamis 14 Mei 2026.
Sebagai tokoh intelektual Amungme, Dianu menuntut agar tersangka segera diungkap ke publik dan diberikan hukuman yang setimpal sesuai hukum yang berlaku.
Menjaga Marwah dan Kepercayaan Rakyat Terhadap Institusi Keamanan
Menurutnya, ketegasan hukum dalam internal aparat keamanan sangat krusial dalam situasi sensitif seperti di Tanah Papua. Jika kasus ini dibiarkan menguap tanpa ada kejelasan hukum, maka hal tersebut akan menghancurkan legitimasi dan kedekatan yang selama ini dibangun antara aparat dan masyarakat. Keberanian membuka kedok dalam peristiwa itu demi menjaga marwah dan kepercayaan rakyat terhadap institusi keamanan.
“Keterbukaan dan penegakan hukum ini mutlak diperlukan agar kepercayaan masyarakat kepada pihak penegak hukum tetap terjaga dengan baik. Jika hal ini tidak segera dituntaskan, maka kepercayaan rakyat terhadap pihak keamanan justru akan melemah dan melahirkan mosi tidak percaya,” katanya.
Menurutnya, komunitas adat dan intelektual lokal berharap Mabes Polri serta Mabes TNI segera menurunkan tim investigasi independen bersama Komnas HAM guna mengumpulkan bukti di lapangan secara objektif, demi tegaknya keadilan di atas tanah Amungsa Mimika. **








