Ia juga menambahkan makna Idul Adha menjadi momentum refleksi spiritual untuk meneladani ketaatan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail kepada Allah SWT.

Selain itu mengajarkan nilai keikhlasan, pengorbanan, dan cinta kasih yang diwujudkan melalui ibadah kurban serta kepedulian sosial untuk berbagi dengan sesame yang berkekurangan atau fakir miskin.

“Makna mendalam dari perayaan ini mencakup ketaatan dan kepasrahan dalam mencontohi keteguhan iman Nabi Ibrahim yang bersedia mengorbankan putranya dan keikhlasan Nabi Ismail sebagai wujud kepatuhan mutlak terhadap perintah Allah,” jelasnya.

Ia menambahkan pengorbanan ego. Mengajarkan umat Islam untuk menyembelih sifat-sifat buruk, ego, kesombongan, dan hawa nafsu duniawi agar hati kembali bersih.

Ibadah kurban mengajarkan membongkar batasan status sosial, menjadi kesempatan pemerataan ekonomi dan mempererat tali persaudaraan dengan saling berbagi daging kepada yang membutuhkan berlandaskan iman yag teguh kepada Allah. **