Ia juga menambahkan makna Idul Adha menjadi momentum refleksi spiritual untuk meneladani ketaatan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail kepada Allah SWT.

Selain itu mengajarkan nilai keikhlasan, pengorbanan, dan cinta kasih yang diwujudkan melalui ibadah kurban serta kepedulian sosial untuk berbagi dengan sesame yang berkekurangan atau fakir miskin.

“Makna mendalam dari perayaan ini mencakup ketaatan dan kepasrahan dalam mencontohi keteguhan iman Nabi Ibrahim yang bersedia mengorbankan putranya dan keikhlasan Nabi Ismail sebagai wujud kepatuhan mutlak terhadap perintah Allah,” jelasnya.

Ia menambahkan pengorbanan ego. Mengajarkan umat Islam untuk menyembelih sifat-sifat buruk, ego, kesombongan, dan hawa nafsu duniawi agar hati kembali bersih.

Ibadah kurban mengajarkan membongkar batasan status sosial, menjadi kesempatan pemerataan ekonomi dan mempererat tali persaudaraan dengan saling berbagi daging kepada yang membutuhkan berlandaskan iman yag teguh kepada Allah. **

Catatan Redaksi

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.” — Pramoedya Ananta Toer

Kami menerima kiriman tulisan opini maupun karya jurnalisme warga yang disertai identitas diri serta foto atau gambar pendukung.

Hak Jawab & Koreksi Berita

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel/berita di atas, Anda dapat mengirimkan artikel atau berita berisi sanggahan, koreksi, maupun hak jawab kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.