Ia menegaskan seluruh kebutuhan siswa-siswi telah difasilitasi oleh pemerintah.

“Baik sekolah, asrama, seragam, sampai makan semuanya gratis dan ditanggung pemerintah,” tegas Anton.

Sejalan dengan itu, salah satu siswa SMP, Nikolausma Payau, mengaku mendapatkan pengalaman positif selama tinggal di asrama.

“Saya di asrama sangat merasa nyaman, dan di sana kami juga dibimbing seperti oleh orang tua sendiri,” ungkapnya.

Ia berharap kunjungan Wapres dapat memberikan motivasi bagi para siswa untuk terus giat belajar.

“Kami menunggu kedatangan Pak Wapres untuk bisa mendapatkan arahan dan semangat bagi kami di sini,” katanya.

Sementara itu, Kepala SD Negeri Sentra Pendidikan, Syamsiah Muksin, menjelaskan Sekolah Sentra Pendidikan yang berdiri sejak 2010 ini diperuntukkan bagi anak-anak dari berbagai suku asli Mimika.

 

“Sekolah ini didirikan untuk putra-putri asli Mimika, dari dua suku besar Kamoro dan Amungme, serta lima suku kerabat lainnya,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan rasa bangga atas kunjungan Wapres yang dinilai menjadi penyemangat bagi seluruh civitas sekolah.

Dari sisi prestasi, menurut Syamsiah, siswa-siswi Sentra Pendidikan telah menorehkan capaian hingga tingkat internasional, termasuk dalam ajang festival bahasa dan kompetisi paduan suara.

“Prestasi anak kami sudah sampai tingkat kabupaten, provinsi, nasional, bahkan internasional, termasuk meraih silver di Yogyakarta International Choir Festival,” tambahnya.

Mendampingi Wapres dalam peninjauan ini antara lain Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago, Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk, Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa, Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong, Sekretaris Dinas Pendidikan Mimika Cahyono, Kepala SMAN 5 Sentra Pendidikan Martius Wenda, serta Plt. Sekretaris Wakil Presiden Al Muktabar.  **