Asrama IPMI Mimika Diresmikan, Ini Pesan dan Harapan Bupati Intan Jaya
Ia juga berjanji bahwa apabila tidak terjadi lagi pemotongan anggaran dari Pemerintah Pusat, maka pembangunan asrama mahasiswa akan terus dilanjutkan di kota studi lainnya.
Selain itu, ia menekankan pentingnya persaingan yang sehat antarmahasiswa dari berbagai kota studi.
“Mahasiswa Kota Studi Mimika dan Nabire tidak boleh kalah dari mahasiswa kota studi Jayapura, Manado, Makassar, Jawa maupun Bali. Untuk bisa bersaing, kita harus mengambil bagian dalam pelayanan gereja agar terjadi keseimbangan antara akademik, moral, dan iman. Kalau hanya fokus kuliah, nanti saat turun ke lapangan akan terjadi ketimpangan,” ujarnya.
Bupati juga mengingatkan mahasiswa agar menjauhi kebiasaan mabuk-mabukan serta perilaku negatif lainnya yang dapat merusak masa depan.
Ia bahkan mengaku telah berkoordinasi dengan Bupati Mimika dan Kapolres Mimika agar mahasiswa Intan Jaya yang kedapatan mabuk-mabukan dapat ditindak sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Sebagai kepala daerah, ia menyatakan siap memberikan dukungan anggaran bagi kegiatan-kegiatan positif mahasiswa seperti pelatihan public speaking, kursus musik, olahraga, hingga pelatihan kepemimpinan.
“Gunakan gedung asrama ini untuk kegiatan positif yang dapat menunjang kemampuan dan masa depan mahasiswa,” pesannya.
Sementara itu, Ketua Komisi C DPRK Intan Jaya, Simson Weya mengatakan bahwa mahasiswa memiliki hak dan kewajiban yang harus dipahami dengan baik.
Menurutnya, untuk memperoleh bantuan dari pemerintah maupun hak tinggal di asrama, mahasiswa harus memenuhi ketentuan yang diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi IPMI Mimika.
Ia menegaskan asrama tersebut hadir berkat kerja keras dan perjuangan panjang IPMI Mimika.
Karena itu, mahasiswa yang tidak aktif dalam organisasi selain dilarang didata untuk mendapatkan bantuan pendidikan juga tidak berhak tinggal di asrama.
“Organisasi adalah wadah pembinaan dan pembentukan karakter mahasiswa. Dari organisasi kita belajar memimpin, bekerja sama, dan mengembangkan diri. Hasilnya nanti akan dirasakan pemerintah dalam mendukung pembangunan Kabupaten Intan Jaya,” ujarnya.
Atas nama DPRK Intan Jaya, Simson menyampaikan terima kasih kepada Bupati dan Wakil Bupati Intan Jaya beserta seluruh jajaran pemerintah daerah yang telah merealisasikan pembangunan asrama tersebut.
Ia juga mengajak semua pihak untuk terus memikirkan pembangunan asrama mahasiswa di kota-kota studi lainnya.
Pada kesempatan yang sama, Rektor STT Russel Timika, Dr. Henok Bogau mengingatkan bahwa pada periode 2030 hingga 2035 arah pendidikan akan semakin mengutamakan pengembangan kompetensi dan profesi tertentu yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Ia juga mengkritisi implementasi Kurikulum Merdeka Belajar yang menurutnya membuat peserta didik mempelajari terlalu banyak bidang secara bersamaan sehingga penguasaan terhadap bidang tertentu menjadi profesi kurang mendalam.
Karena itu, ia berharap ke depan sistem pendidikan lebih fokus pada pengembangan satu bidang profesi tertentu sehingga mampu menghasilkan sumber daya manusia yang benar-benar kompeten dan mampu menjawab kebutuhan daerah.
Selain itu, Dr. Henok mengingatkan mahasiswa Intan Jaya untuk meningkatkan disiplin belajar dan daya saing agar tidak kalah dengan mahasiswa dari daerah lain di Papua.
Sebagai akademisi, ia melihat bahwa salah satu potensi unggulan masyarakat Intan Jaya saat ini berada pada bidang penerbangan.
Karena itu, ia mendorong agar potensi tersebut dikembangkan secara serius sehingga menjadi ciri khas dan keunggulan Kabupaten Intan Jaya dibandingkan daerah lain di Papua.
Sementara itu, Ketua Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Intan Jaya se-Kota Studi Mimika, Yunianus Mirip, menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Intan Jaya dan DPRK Intan Jaya yang telah mendukung pembangunan asrama tersebut.
Menurutnya, pembangunan asrama ini merupakan bukti nyata dari perjuangan panjang yang dilakukan oleh IPMI Mimika selama bertahun-tahun.
Ia juga mengucap syukur kepada Tuhan atas penyertaan-Nya sehingga asrama mahasiswa Intan Jaya di Kota Studi Mimika akhirnya dapat diresmikan dan digunakan untuk mendukung proses pendidikan generasi muda Intan Jaya. **
















