Asrama IPMI Mimika Diresmikan, Ini Pesan dan Harapan Bupati Intan Jaya
Timika,papuaglobalnews.com – Bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila, 1 Juni 2026, Bupati Intan Jaya, Papua Tengah, Aner Maisini meresmikan Asrama Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Intan Jaya (IPMI) se-Kota Studi Kabupaten Mimika.
Bangunan asrama permanen dua lantai yang diperuntukkan bagi mahasiswa putra dan putri dengan kapasitas sekitar 100 orang tersebut berlokasi di Jalan C. Heatubun, sekitar 100 meter dari lampu merah Jalan Cenderawasih, tepat di depan Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Timika.
Prosesi peresmian diawali dengan ibadah syukur yang dipimpin oleh Rektor STT Russel Timika, Pdt. Dr. Henok Bogau. Peresmian ditandai dengan pengguntingan pita dan turut dihadiri Wakil Bupati Intan Jaya Elias Igapa, Ketua Komisi C DPRK Intan Jaya Simson Weya, Kepala Brida, Kepala Dinas Pendidikan, Sekretaris Daerah Intan Jaya, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat, tokoh masyarakat, serta masyarakat Intan Jaya yang berada di Mimika.
Dalam sambutan, Bupati Aner Maisini mengatakan bahwa peresmian asrama permanen tersebut merupakan salah satu buah kerja nyata program bersama dirinya dan Wakil Bupati dalam mendukung dunia pendidikan putra-putri Intan Jaya yang menempuh pendidikan di Kota Studi Mimika.
Ia menegaskan pembangunan asrama ini merupakan wujud nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Intan Jaya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Intan Jaya.
Menurutnya, pendidikan merupakan investasi paling penting bagi masa depan Kabupaten Intan Jaya. Karena itu, investasi sumber daya manusia harus dijaga dan dikelola dengan baik.
Bupati menyampaikan melalui perjuangan IPMI Intan Jaya Kota Studi Mimika, pemerintah dapat menghadirkan fasilitas penunjang pendidikan dan organisasi mahasiswa.
“Lewat investasi pendidikan dan organisasi mahasiswa, kita bisa belajar untuk melihat diri sendiri, apakah sudah baik atau masih perlu diperbaiki. Orang lain melihat kita bagaimana. Semua itu harus dipelajari dan lahir dari komitmen diri sendiri yang mau berubah dan belajar sebelum memimpin orang lain,” jelasnya.
Ia mengakui investasi jangka panjang untuk membangun Kabupaten Intan Jaya hanya dapat dilakukan melalui pendidikan.
Selain itu, ia menekankan mahasiswa harus memiliki nilai moral, karakter, dan kepribadian yang baik. Menurutnya, pendidikan tidak hanya berbicara tentang aspek akademik, tetapi juga pembentukan karakter.
Bupati Aner juga menyoroti penerapan Kurikulum Merdeka yang saat ini berlaku secara nasional mulai dari tingkat SD, SMP hingga SMA/SMK. Namun ia menilai sistem tersebut perlu terus dievaluasi agar kualitas pendidikan tidak mengalami penurunan. Karena dengan program kurikulum Merdeka Belajar bukan semakin cerdas tetapi membuat masyarakat terutama anak-anak semakin bodoh. Dimana anak yang secara akademik belum mampu membaca, menulis dan berhitung tetapi tetap dipaksakan untuk naik kelas.
Sementara itu, pada jenjang perguruan tinggi, ia menjelaskan bahwa dunia pendidikan modern saat ini mulai beralih dari sistem pengajaran tradisional menuju pendekatan yang lebih berorientasi pada hasil melalui konsep Outcome-Based Education (OBE).
Menurutnya, OBE menempatkan hasil belajar atau learning outcomes sebagai pusat dari seluruh proses pendidikan, sehingga memberikan arah yang jelas bagi pendidik maupun mahasiswa dalam mencapai kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Ia mengatakan konsep OBE menjadi salah satu tantangan bagi mahasiswa untuk mengukur sejauh mana kemampuan dan perkembangan yang dicapai selama proses pendidikan.
Bupati juga mengungkapkan ke depan dunia pendidikan tinggi akan terus mengalami perubahan. Karena itu mahasiswa harus mempersiapkan diri dengan baik agar mampu menghadapi berbagai dinamika dan tuntutan zaman.
“Mahasiswa harus benar-benar menjadi manusia yang handal, memiliki moral, etika, dan mampu bersaing dengan siapa pun,” pesannya.
Ia menegaskan memperoleh ijazah pada era sekarang relatif lebih mudah dibandingkan sebelumnya. Karena dengan pemerintah menerapkan program paket A, B dan C begitu mudah mendapatkan ijazah, yang penting sudah menguasai membaca, menulis dan berhitung.
Namun yang paling penting adalah kemampuan, keterampilan, dan kompetensi yang dimiliki seseorang.
Karena itu, ia berharap kehadiran asrama yang telah dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Intan Jaya dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk menunjang pendidikan dan pembentukan karakter mahasiswa.
“Jaga kebersihan asrama ini dan jangan dijadikan tempat untuk minum-minuman keras. Gunakan fasilitas ini untuk mendukung pendidikan dan pengembangan diri,” pesannya.
Menurutnya, mahasiswa yang tidak mempersiapkan diri secara matang selama masa kuliah akan mengalami kesulitan ketika memasuki dunia kerja, terutama dari sisi kemampuan soft skills maupun keterampilan lainnya.
“Saya ajak adik-adik pelajar dan mahasiswa mari persiapkan diri secara baik agar ke depan dapat bersaing pada dunia nyata dan dunia kerja. Karena hari ini orang tidak lagi melihat seseorang sarjana atau tidak, tetapi melihat apakah orang tersebut mampu bekerja. Rata-rata orang hanya sekolah untuk mengejar jabatan, tetapi kemampuan bekerja tidak ada,” kritiknya.
Bupati Aner mengungkapkan bahwa pembangunan asrama mahasiswa permanen bagi putra-putri Intan Jaya di berbagai kota studi merupakan program yang telah berjalan sejak masa kepemimpinan bupati sebelumnya. Hingga tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Intan Jaya telah membangun asrama mahasiswa di tujuh kota studi.
Ia juga berjanji bahwa apabila tidak terjadi lagi pemotongan anggaran dari Pemerintah Pusat, maka pembangunan asrama mahasiswa akan terus dilanjutkan di kota studi lainnya.
Selain itu, ia menekankan pentingnya persaingan yang sehat antarmahasiswa dari berbagai kota studi.
“Mahasiswa Kota Studi Mimika dan Nabire tidak boleh kalah dari mahasiswa kota studi Jayapura, Manado, Makassar, Jawa maupun Bali. Untuk bisa bersaing, kita harus mengambil bagian dalam pelayanan gereja agar terjadi keseimbangan antara akademik, moral, dan iman. Kalau hanya fokus kuliah, nanti saat turun ke lapangan akan terjadi ketimpangan,” ujarnya.
Bupati juga mengingatkan mahasiswa agar menjauhi kebiasaan mabuk-mabukan serta perilaku negatif lainnya yang dapat merusak masa depan.
Ia bahkan mengaku telah berkoordinasi dengan Bupati Mimika dan Kapolres Mimika agar mahasiswa Intan Jaya yang kedapatan mabuk-mabukan dapat ditindak sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Sebagai kepala daerah, ia menyatakan siap memberikan dukungan anggaran bagi kegiatan-kegiatan positif mahasiswa seperti pelatihan public speaking, kursus musik, olahraga, hingga pelatihan kepemimpinan.
“Gunakan gedung asrama ini untuk kegiatan positif yang dapat menunjang kemampuan dan masa depan mahasiswa,” pesannya.
Sementara itu, Ketua Komisi C DPRK Intan Jaya, Simson Weya mengatakan bahwa mahasiswa memiliki hak dan kewajiban yang harus dipahami dengan baik.
Menurutnya, untuk memperoleh bantuan dari pemerintah maupun hak tinggal di asrama, mahasiswa harus memenuhi ketentuan yang diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi IPMI Mimika.
Ia menegaskan asrama tersebut hadir berkat kerja keras dan perjuangan panjang IPMI Mimika.
Karena itu, mahasiswa yang tidak aktif dalam organisasi selain dilarang didata untuk mendapatkan bantuan pendidikan juga tidak berhak tinggal di asrama.
“Organisasi adalah wadah pembinaan dan pembentukan karakter mahasiswa. Dari organisasi kita belajar memimpin, bekerja sama, dan mengembangkan diri. Hasilnya nanti akan dirasakan pemerintah dalam mendukung pembangunan Kabupaten Intan Jaya,” ujarnya.
Atas nama DPRK Intan Jaya, Simson menyampaikan terima kasih kepada Bupati dan Wakil Bupati Intan Jaya beserta seluruh jajaran pemerintah daerah yang telah merealisasikan pembangunan asrama tersebut.
Ia juga mengajak semua pihak untuk terus memikirkan pembangunan asrama mahasiswa di kota-kota studi lainnya.
Pada kesempatan yang sama, Rektor STT Russel Timika, Dr. Henok Bogau mengingatkan bahwa pada periode 2030 hingga 2035 arah pendidikan akan semakin mengutamakan pengembangan kompetensi dan profesi tertentu yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Ia juga mengkritisi implementasi Kurikulum Merdeka Belajar yang menurutnya membuat peserta didik mempelajari terlalu banyak bidang secara bersamaan sehingga penguasaan terhadap bidang tertentu menjadi profesi kurang mendalam.
Karena itu, ia berharap ke depan sistem pendidikan lebih fokus pada pengembangan satu bidang profesi tertentu sehingga mampu menghasilkan sumber daya manusia yang benar-benar kompeten dan mampu menjawab kebutuhan daerah.
Selain itu, Dr. Henok mengingatkan mahasiswa Intan Jaya untuk meningkatkan disiplin belajar dan daya saing agar tidak kalah dengan mahasiswa dari daerah lain di Papua.
Sebagai akademisi, ia melihat bahwa salah satu potensi unggulan masyarakat Intan Jaya saat ini berada pada bidang penerbangan.
Karena itu, ia mendorong agar potensi tersebut dikembangkan secara serius sehingga menjadi ciri khas dan keunggulan Kabupaten Intan Jaya dibandingkan daerah lain di Papua.
Sementara itu, Ketua Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Intan Jaya se-Kota Studi Mimika, Yunianus Mirip, menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Intan Jaya dan DPRK Intan Jaya yang telah mendukung pembangunan asrama tersebut.
Menurutnya, pembangunan asrama ini merupakan bukti nyata dari perjuangan panjang yang dilakukan oleh IPMI Mimika selama bertahun-tahun.
Ia juga mengucap syukur kepada Tuhan atas penyertaan-Nya sehingga asrama mahasiswa Intan Jaya di Kota Studi Mimika akhirnya dapat diresmikan dan digunakan untuk mendukung proses pendidikan generasi muda Intan Jaya. **
















