APA SOLUSI UNTUK MENGAKIRI KONFLIK BERSENJATA YANG MENYEBABKAN WARGA SIPIL PAPUA MENGUNGSI?
Berdasarkan pengamatan kami, selama ini Pemerintah lamban dalam menangani para pengungsi internal di Tanah Papua. Kami mengamati bahwa selama ini Negara Indonesia merespon cepat kepada para pengungsi Palestina dan Rohingya di China, tetapi Negara Indonesia mengabaikan pengungsi dalam Negeri khususnya di Tanah Papua. Negara Indonesia membiarkan rakyatnya menderita dan mati, sementara pengungsi di negara lain memberikan bantuan dengan cepat.
Tindakan pembiaran adalah Pelanggaran HAM. Negara lalai dalam memenuhi hak hak dasar warga yang terdampak akibat operasi militer selain perang di Tanah Papua. Negara lalai dalam melaksanakan kewajibannya untuk melindungi dan memenuhi hak hak dasarnya, terutama hak hidup dan keamanan.
Kami tahu bahwa Negara Indonesia menganeksasi bangsa Papua ke dalam NKRI pada tahun 1960-an, bukan karena mencintai orang asli Papua, tetapi karena mencintai Sumber Daya Alam Papua yang melimpah. Sebagaimana hal itu diungkapkan oleh Jenderal Alli Murtopo, disusul Megawati Soekarno Putri, Ambroncius Nababan, Jenderal Hendropriyono, Jenderal Luhut Panjaitan, dan lain lain.
Operasi militer yang diberlakukan dari 1 Mei 1963 hingga saat ini adalah bertujuan untuk memusnahkan etnis Papua hanya untuk menguasai Tanah Air yaitu menguasai Sumber Daya Alam Papua yang melimpah.
Dunia sudah lama mengetahui darurat kemanusiaan Papua, tetapi dunia juga membiarkan bangsa Papua habis musnah. Komunitas Internasional seringkali angkat isu kemanusiaan, tetapi upaya mereka belum mampu memutuskan mata rantai pemusnahan etnis Papua.
Mengapa? Karena akar masalah Papua belum disentuh dan diangkat oleh komunitas Internasional. Distorsi sejarah itu adalah status politik bangsa Papua (menganeksasi bangsa Papua secara sepihak ke dalam NKRI). Ini adalah akar masalah dari konflik yang berkepanjangan yang telah memakan jutaan korban jiwa yang tidak bersalah.
Sepanjang komunitas Internasional tidak menyentuh akar masalah Papua, yaitu distorsi sejarah, maka selama itu bangsa Papua akan menjadi korban di atas korban.
Akibat dari konflik senjata (operasi militer) yang berkepanjangan sedang terjadi pemusnahan ekosistem alam lingkungan (ekosida), penghancuran sosial budaya (etnosida), penghancuran moral akhlak (spiritsida) dan pemusnahan etnis (genosida).
Untuk memutuskan mata rantai penindasan dan penjajahan Indonesia, bangsa Papua harus merdeka berdaulat; Ini adalah solusi final dan permanen yang bermartabat. **
(Seluruh Isi Tulisan tanggung jawab penulis)

















