Timika,papuaglobalnews.com – Sejumlah pemuda Kamoro dan Amungme yang mengatasnamakan Kaum Intelektual Amungme dan Kamoro (AMOR) melakukan aksi pemalangan terhadap Kantor Yayasan Caritas di Kompleks Gelael, Jalan Cenderawasih, Timika, Kamis 27 Agustus 2026 sekitar pukul 08.00 WIT.

Ketua Aliansi Pemuda Amungme (APA) Mimika, Hellois M. Balinol Kemong, mengatakan aksi tersebut dilakukan untuk menuntut agar kepengurusan Yayasan Caritas, khususnya posisi direktur, dibenahi. Menurutnya, posisi tersebut perlu diduduki oleh utusan dari Amungme, mengingat dari pihak Kamoro telah menjabat selama dua periode atau sekitar 10 tahun.

Selain menuntut pembenahan kepengurusan Yayasan Caritas, mereka juga mendesak adanya pembenahan secara total terhadap sistem pelayanan di Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM), yang dinilai selama ini sudah sangat rendah jika dibandingkan dengan RSUD Mimika.

Menurut Hellois, RSMM yang sumber pembiayaannya berasal dari PT Freeport Indonesia saat ini dinilai mengalami perubahan pelayanan yang cukup jauh dibandingkan sebelumnya.

Ia mengatakan, berdasarkan keluhan masyarakat Amungme yang diterima selama ini, pasien yang berobat di RSMM terkadang ketika obat tidak tersedia, dokter mengeluarkan resep dan meminta keluarga pasien mencari serta membeli obat sendiri di apotek. Selain itu, pasien yang sakit juga dirujuk ke RSUD Mimika.

Sementara itu, katanya, RSUD Mimika yang dari sisi ketersediaan anggarannya berasal dari pemerintah dan terbatas, justru dinilai memiliki kualitas pelayanan yang jauh lebih baik.

Dalam aksi damai tersebut, Hellois bersama teman-temannya memasang spanduk yang berisi tuntutan terhadap keberadaan dan masa depan RSMM.

Pada spanduk itu bertuliskan: “Forum Aspirasi Amungme dan Kamoro. Selamatkan Masa Depan RSMM! RSMM Bukan Sekadar Kepemimpinan. Kembalikan RSMM pada Sejarah, Mandat dan Tujuan Awal. Jaminan Pelayanan Kesehatan untuk Masyarakat Tujuh Suku.”

Tulisan lainnya meminta“Hormati Mandat dan Keterlibatan Amungme-Kamoro. Buka Dialog Terbuka, Evaluasi Tata Kelola Yayasan Caritas-RSMM dan Libatkan Masyarakat Dalam Menentukan Masa Depan RSMM.” “Tetap Jaga RSMM, Jaga Pelayanan dan Jaga Masa Depan Masyarakat Tujuh Suku!”

“Kami ada di sini mau sampaikan kepada pihak PT Freeport Indonesia, YPMAK, LEMASA dan LEMASKO, mari kita duduk bersama-sama, diskusi untuk bagaimana mencari solusi terkait Yayasan Caritas tentang RSMM dengan Keuskupan Timika,” jelas Hellois dalam rekaman video amatir yang diterima, dan kembali dibenarkan saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon selulernya, Kamis sore.

Catatan Redaksi

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.” — Pramoedya Ananta Toer

Kami menerima kiriman tulisan opini maupun karya jurnalisme warga yang disertai identitas diri serta foto atau gambar pendukung.