Timika,papuaglobalnews.com – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Mimika mulai membahas materi master plan pendahuluan perencanaan Kota Kapiraya, Distrik Mimika Barat Tengah, Jumat 21 Agustus 2026.

Pembahasan melalui seminar pendahuluan yang dihadiri pimpinan dan perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD),  Kepala Distrik Mimika Barat Tengah Sem Naroba serta tokoh masyarakat adat berlangsung di salah satu hotel di Timika.

Bupati Mimika dalam sambutan yang dibacakan Asisten II Setda Mimika, Santi Sondang, mengatakan pembangunan wilayah perkotaan di Kabupaten Mimika saat ini mengalami perkembangan yang cukup signifikan seiring dengan meningkatnya aktivitas ekonomi dan pertumbuhan penduduk.

Menurutnya, Kapiraya merupakan salah satu wilayah yang memiliki posisi strategis di kawasan pesisir Kabupaten Mimika sehingga membutuhkan arah pembangunan yang terintegrasi. Tanpa dokumen perencanaan yang matang, perkembangan fisik kawasan tersebut dikhawatirkan berjalan secara sporadis dan tidak teratur yang pada akhirnya dapat menurunkan kualitas lingkungan maupun efektivitas pelayanan.

“Kapiraya memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah, mulai dari sektor perikanan, perkebunan, pertambangan dan sektor lainnya, termasuk potensi pariwisata bahari yang belum dikelola secara optimal,” ujarnya.

Ia menjelaskan, strategi pengembangan kawasan Kapiraya harus mampu mensinergikan potensi wilayah dengan kebutuhan infrastruktur, sekaligus menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah barat Kabupaten Mimika.

Karena itu, diperlukan pedoman perencanaan yang dapat mengakomodasi kepentingan ekonomi sekaligus menjaga kelestarian ekosistem pesisir yang menjadi karakteristik utama wilayah tersebut.

Pemerintah Kabupaten Mimika, katanya berkomitmen memastikan pembangunan tidak hanya terpusat di kawasan perkotaan, tetapi juga menyentuh kawasan pegunungan dan pesisir.

“Sebagaimana yang dicanangkan Bupati Mimika dan Wakil Bupati Mimika, yaitu membangun dari kampung. Karena itu, penyusunan perencanaan kota di wilayah ini juga perlu didorong dengan pemenuhan standar pelayanan perkotaan yang inklusif bagi masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan, ketersediaan akses terhadap air bersih, energi, sanitasi, serta sistem transportasi antardesa menjadi sejumlah persoalan yang harus dijawab melalui perencanaan Kota Kapiraya.