Timika,papuaglobalnews.com – Peluncuran dan peresmian 10 ribu Alkitab Bahasa Damal/Amungme yang diselenggaran panitia peluncuran dan peresmian Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII), Kingmi dan Katoli menjadi momentum iman, sejarah, budaya dan peradaban yang sangat penting bagi masyarakat Papua, khususnya Suku Damal dan Amungme.

Hal tersebut disampaikan Emanuel Kemong, Wakil Bupati Mimika dalam sambutan pada acara peluncuran dan peresmian Alkitab Bahasa Damal/Amungme yang berlangsung penuh sukacita dan rasa syukur di GOR Futsal SP5, Rabu 20 Mei 2026.

Kemong menegaskan peluncuran Alkitab ini bukan sekadar seremoni biasa, melainkan sebuah tonggak penting sejarah perjalanan iman masyarakat Papua. Firman Tuhan disebut hadir untuk semua manusia, semua bangsa, suku dan bahasa.

Kemong juga mengutip ayat Alkitab dari Wahyu 7:9 yang berbunyi: “Kemudian dari pada itu aku melihat: sesungguhnya, suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat terhitung banyaknya, dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa, berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba.”

Ayat tersebut dinilai menjadi pesan kuat bahwa di hadapan Tuhan semua suku dan bahasa memiliki tempat yang mulia.

“Hadirnya Alkitab dalam bahasa Damal dan bahasa Amungme adalah bukti nyata bahwa Tuhan mengasihi semua umat tanpa membedakan latar belakang budaya dan bahasa,”  katanya.

Selain sebagai sarana pelayanan rohani, bahasa daerah disebut sebagai identitas, warisan leluhur sekaligus kekayaan budaya yang harus dijaga.

“Ketika firman Tuhan diterjemahkan ke dalam bahasa ibu, maka pesan kasih Tuhan akan lebih dekat dan lebih mudah dipahami masyarakat. Orang tua dapat mengajarkan firman Tuhan kepada anak-anak mereka dengan bahasa yang dipahami sejak lahir. Generasi muda juga dapat mengenal identitas budaya dan nilai rohani secara bersamaan,” katanya.

Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam proses penerjemahan Alkitab tersebut. Penerjemahan firman Tuhan dinilai membutuhkan ketekunan, pengorbanan waktu, pemahaman budaya, kemampuan bahasa serta panggilan pelayanan yang tulus.

“Saya percaya bahwa perjalanan panjang yang telah dilalui dalam menyusun Alkitab Bahasa Damal dan Amungme dipenuhi dengan doa, perjuangan, bahkan air mata. Namun hari ini Tuhan menjawab semua kerja keras itu dengan sukacita besar yang dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat,” ungkapnya.

Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Mimika mendukung penuh setiap upaya pelestarian bahasa daerah dan penguatan nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat. Pembangunan tidak hanya berbicara tentang infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga pembangunan iman, karakter, moral dan budaya masyarakat.