HAPAK Hadir Sebagai Benteng Perlindungan dan Penyambung Lidah Pengusaha Lokal Amungme-Kamoro
Oleh : Dianu Omaleng (Kordinator Humas HAPAK)
Ketimpangan ekonomi dan minimnya keterlibatan pengusaha asli daerah dalam perputaran bisnis berskala besar di Kabupaten Mimika memicu lahirnya gerakan restrukturisasi wadah perjuangan ekonomi.
Honai Pengusaha Amungme Kamoro (HAPAK) melalui Kordinator Humas, secara resmi menegaskan posisinya sebagai organisasi garis depan yang bergerak di bidang perlindungan sekaligus penjalin komunikasi bagi para pengusaha lokal.
Kehadiran HAPAK dilatarbelakangi oleh kondisi riil di lapangan, di mana para pengusaha lokal asli Amungme dan Kamoro terus-menerus terabaikan dan tersisih dari berbagai peluang bisnis strategis di negeri mereka sendiri.
Suarakan Kaum yang Tertindas di Tanah Sendiri
Selama ini, dominasi pemilik modal dengan anggaran besar dinilai telah mempersempit ruang gerak bagi pelaku usaha mikro dan menengah berbasis masyarakat adat.
“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.” — Pramoedya Ananta Toer
Kami menerima kiriman tulisan opini maupun karya jurnalisme warga yang disertai identitas diri serta foto atau gambar pendukung.
Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel/berita di atas, Anda dapat mengirimkan artikel atau berita berisi sanggahan, koreksi, maupun hak jawab kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.




















