Timika,papuaglobalnews.com – Tiga puluh satu tahun bukanlah waktu yang singkat. Merupakan suatu kisah perjalanan panjang penuh makna bagi lembaga pendidikan SMTK Berea Timika. Di dalamnya terdapat doa, kerja keras, pengorbanan, tantangan, perjuangan, serta berbagai pengalaman yang telah membentuk sekolah ini hingga sampai pada usia ini.

Hal ini disampaikan oleh Diben Murib, Kepala SMTK Berea Timika melalui Wakasek SMTK Berea Timika, Markus Blamen dalam sambutan pada perayaan syukur HUT ke 31 SMTK Berea Timika di GKII Jemaat Maranatha, Jumat 4 September 2026.

Markus pada kesempatan yang penuh sukacita itu, mengajak semua untuk melihat kembali perjalanan 31 tahun sekolah ini bukan hanya sebagai sebuah angka, tetapi sebagai kesaksian hidup tentang kesetiaan Tuhan dalam memelihara dan menyertai SMTK Berea Timika.

Menurutnya, HUT sekolah bukan hanya menjadi momentum untuk mengenang masa lalu, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mengevaluasi perjalanan selama ini dan menatap masa depan dengan penuh pengharapan.

Selama 31 tahun, lanjutnya, SMTK Berea Timika telah menjadi bagian dari proses pendidikan dan pembentukan generasi muda.

“Kita tidak hanya dipanggil untuk mencerdaskan peserta didik secara akademik, tetapi juga memiliki tanggung jawab yang besar untuk membentuk karakter, iman, integritas, dan kehidupan yang takut akan Tuhan,” katanya.

Sebagai sekolah teologi Kristen, ia menyadari bahwa pendidikan yang lembaga pendidikan SMTK Berea Timika lakukan harus berakar pada Firman Tuhan.

“Anak-anak yang kita didik hari ini adalah generasi yang akan mengambil bagian dalam pelayanan gereja, masyarakat, keluarga, bangsa, dan daerah Papua di masa yang akan datang. Oleh sebab itu, mari kita terus membangun SMTK Berea Timika sebagai sekolah yang unggul dalam pendidikan, kuat dalam iman, baik dalam karakter, serta mampu menjawab tantangan zaman,” harapnya.

Pada HUT SMTK Berea Timika ke-31 ini, ia berpesan kepada anak didiknya yakni:

Jangan pernah takut untuk bermimpi dan berjuang.

Belajarlah dengan sungguh-sungguh. Bangunlah karakter yang baik. Hormatilah guru dan orang tua.

Gunakan masa muda dengan sebaik-baiknya.

Jangan mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan.

Ingatlah bahwa keberhasilan tidak datang dalam satu malam.

Keberhasilan dibangun melalui disiplin, ketekunan, doa, kerja keras, dan kesetiaan.

Jadilah generasi yang bukan hanya pintar, tetapi juga memiliki hati yang melayani.

Jadilah generasi yang mampu menjadi terang dan garam di tengah keluarga, gereja, masyarakat, dan bangsa.

Lewat momen suka cita itu, Markus menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada segenap guru atas dedikasi, kesabaran, pengorbanan, dan kerja keras dalam mendidik serta membimbing anak-anak.

“Saya menyadari bahwa tugas mendidik bukanlah pekerjaan yang mudah. Namun, setiap waktu, tenaga, dan kasih yang kita berikan kepada peserta didik merupakan investasi yang sangat berharga bagi masa depan. Mari kita terus bekerja dengan hati, membangun kebersamaan, meningkatkan profesionalisme, dan menjaga nama baik SMTK Berea Timika,” ajaknya.

Selain itu kepada para orang tua/wali siswa, alumni, yayasan, gereja dan seluruh mitra pendidikan, Markus menyampaikan terima kasih atas dukungan doa, perhatian dan kerja sama yang selama ini diberikan kepada SMTK Berea Timika.

Ia menyadari sekolah tidak dapat berjalan sendiri. Keberhasilan pendidikan merupakan hasil dari kerja sama seluruh komponen.

“Karena itu, mari kita terus bergandengan tangan, saling mendukung, dan bersama-sama membangun pendidikan Kristen yang berkualitas bagi generasi masa depan,” ajaknya.

Memasuki usia ke-31 tahun, ia mengajak menjadikan momentum ini sebagai titik untuk melangkah lebih maju, lebih kuat, lebih kompak, dan lebih berkomitmen.

“Kiranya SMTK Berea Timika terus menjadi lembaga pendidikan yang menghadirkan generasi yang beriman, berilmu, berkarakter, dan memiliki hati untuk melayani,” harapnya.

“Mari kita memasuki tahun-tahun yang akan datang dengan semangat baru dan keyakinan bahwa Tuhan yang telah menyertai perjalanan SMTK Berea Timika selama 31 tahun adalah Tuhan yang sama yang akan terus memimpin perjalanan sekolah ini pada masa yang akan datang. Kiranya di usia yang ke-31 ini, SMTK Berea Timika semakin bertumbuh dalam iman, ilmu pengetahuan, karakter, pelayanan dan prestasi,” pungkasnya. **

Catatan Redaksi

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.” — Pramoedya Ananta Toer

Kami menerima kiriman tulisan opini maupun karya jurnalisme warga yang disertai identitas diri serta foto atau gambar pendukung.

Hak Jawab & Koreksi Berita

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel/berita di atas, Anda dapat mengirimkan artikel atau berita berisi sanggahan, koreksi, maupun hak jawab kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.