29 Mahasiswa UGM Siap Mengabdi di Raja Ampat, Mengedepankan Pendekatan Sustainable Livelihoods untuk Keseimbangan Ekosistem dan Ekonomi di Distrik Waisai
Selain itu, mahasiswa KKN juga akan terlibat dalam pendampingan masyarakat dan penguatan kolaborasi multipihak untuk mendukung pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan.
Lebih lanjut, Koordinator Mahasiswa Unit Tim Sorai Waisai 2026, Ihza Wijaya, menilai bahwa kegiatan ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar langsung dari masyarakat sekaligus meninggalkan jejak pengabdian.
“Bagi kami, KKN bukan sekadar program pengabdian, melainkan juga ruang untuk saling belajar. Kami berharap dapat berjalan bersama masyarakat Waisai, menghargai kearifan lokal, dan meninggalkan jejak yang dapat dilanjutkan masyarakat sekitar,” ujarnya.
Dalam proses persiapan program kerja, Tim KKN-PPM Sorai Waisai juga telah membangun komunikasi intensif dengan Pemerintah Kabupaten Raja Ampat dan berbagai pemangku kepentingan lainnya. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat efektivitas pelaksanaan program sekaligus membuka ruang sinergi jangka panjang antara perguruan tinggi dan masyarakat daerah.
Melalui KKN-PPM tahun 2026, Universitas Gadjah Mada kembali menegaskan komitmennya untuk menjadikan pengabdian masyarakat sebagai bagian penting dari kontribusi akademik dalam menjawab tantangan pembangunan berkelanjutan di seluruh wilayah Indonesia. **
















