Yoga berharap dalam waktu dekat ini PUPR sudah mendapat data profile perusahaan-perusahaan yang dimasukan untuk dipelajari. Dari data profile tersebut dapat mengetahui kontraktor mana saja secara laporan pekerjaan sebelumnya masuk kategori baik tanpa cacat. Dengan dasar dokumen profile perusahaan tersebut dapat diberikan kepercayaan menangani pekerjaan Penunjukan Langsung (PL). Besaran anggaran PL sesuai aturan Rp1 miliar ke bawah.

“Jadi PL ini kita usahakan pecah, agar semua bisa dapat biar sedikit. Jadi yang tidak memenuhi syarat secara dokumen bisa kita kasih sebagai subkontraktor. Kami juga sudah punya ketentuan sendiri, yang sub itu berapa persen untuk memenuhi kontraktor utama. Ini sebagai bentuk pembinaan,” kata Yoga.

Paket pekerjaan PL ini lebih kepada pembangunan drainase, yang pekerjaan dari sisi kesiapan tidak terlalu berat dan kurang berisiko. “Ini semua tujuan membina, mempersiapkan mereka kedepan sudah baik bisa dipercayakan menangani PL sendiri tanpa harus subkontraktor lagi,” pungkasnya. **