Warga Limau Asri Barat Ramai-ramai Belanja Pangan Murah, Yulius Koga Ingatkan Hemat Saat Memasak
Limau Asri Barat,papuaglobalnews.com – Suasana halaman Balai Kampung Limau Asri Barat SP5, Distrik Iwaka, Kabupaten Mimika, Papua Tengah mendadak ramai pada Kamis 5 Maret 2026 sejak pukul 07.00 WIT. Halaman yang biasanya sepi itu dipadati warga yang datang untuk berbelanja kebutuhan pangan murah dalam kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang diselenggarakan Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Mimika.
Puluhan sepeda motor milik warga tampak terparkir di sepanjang jalan utama di sekitar lokasi kegiatan. Masyarakat terlihat antusias memanfaatkan kesempatan untuk membeli bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Mimika, Yulius Koga, mengatakan kegiatan GPM ini dilaksanakan untuk membantu masyarakat, khususnya umat Muslim yang tengah menjalankan ibadah puasa Ramadan 1447 Hijriah.
Untuk menyukseskan kegiatan tersebut, DKP Mimika menggandeng sejumlah distributor, termasuk Perum Bulog Timika serta Dinas Perikanan Kabupaten Mimika.
Berbagai kebutuhan pokok dijual dalam kegiatan tersebut, antara lain daging ayam beku, ikan, cabai, kentang, bawang merah, bawang putih, telur ayam ras lokal, gula, tepung terigu, beras, minyak goreng merek Minyakita, hingga minuman ringan seperti Sprite dan Coca-Cola.
Selain itu, DKP Mimika juga menjual pangan lokal melalui Kios Pangan milik dinas, seperti patatas, pisang, sayur-sayuran dan keladi. Produk pangan lokal tersebut merupakan hasil pembelian dari mama-mama Papua untuk mendukung perekonomian masyarakat lokal. Seluruh komoditas yang dijual telah mendapat subsidi harga dari pemerintah.
Yulius Koga menjelaskan bahwa pelaksanaan GPM di Kampung Limau Asri SP5 ini merupakan kegiatan ketiga yang digelar khusus untuk membantu masyarakat Muslim selama Ramadan.
Dalam operasi pasar murah tersebut, warga dibatasi jumlah pembeliannya agar semua mendapat secara merata. Untuk telur ayam, setiap warga diperbolehkan membeli maksimal dua rak atau satu ikat seharga Rp110 ribu. Sementara ikan azar dijual dengan harga mulai Rp10 ribu hingga Rp35 ribu per ekor. Bawang merah dan bawang putih, pembelian dibatasi dua kilogram atau dua plastik kecil yang telah disiapkan.
“Kami mengingatkan kepada masyarakat untuk membeli sesuai kebutuhan, bukan dalam jumlah banyak untuk dijual kembali,” ujar Yulius.
Menurutnya, program ini merupakan bentuk pelayanan langsung kepada masyarakat agar mereka bisa mendapatkan kebutuhan pangan dengan harga terjangkau tanpa harus pergi jauh ke pasar.
“Ini kami turun dengan sistem jemput bola, mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Daripada mereka harus belanja jauh ke pasar atau toko dengan harga lebih mahal dan ditambah biaya transportasi, di sini mereka bisa datang bahkan hanya dengan berjalan kaki,” jelasnya.
Ia menambahkan setelah kegiatan di SP5, pihaknya juga akan melayani masyarakat Kampung Naena Muktipura SP6 pada Jumat 6 Maret 2026.
“Operasi pasar murah di SP6 sebenarnya tidak masuk dalam program kami. Namun karena ada permintaan dari warga dan mereka tidak mau bergabung di SP5, maka kami layani juga. Barang yang hari ini dijual di SP5 kami bagi dua untuk kegiatan besok,” katanya.
Selain di SP5 dan SP6, DKP Mimika juga telah menjadwalkan kegiatan GPM berikutnya pada tanggal 11 Maret 2026 di Kampung Nawaripi dan pada 14 Maret 2026 di halaman Masjid Babusallam serta di halaman Gereja Paroki Santo Petrus SP3. Kegiatan tersebut dilaksanakan untuk menjawab permintaan masyarakat.
Yulius juga menyampaikan berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Mimika pada Februari 2026, terjadi inflasi pada beberapa komoditas seperti kangkung, cabai, tomat, bawang merah dan bawang putih. Meski demikian, pemerintah daerah masih mampu mengendalikan harga beberapa komoditas di pasar.
Dalam kegiatan GPM ini, khusus komoditas cabai, DKP langsung membeli dari petani binaan Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Mimika karena saat ini sedang memasuki musim panen. Di Pasar Sentral Timika sendiri harga cabai mencapai sekitar Rp75 ribu per kilogram.
Pada kesempatan itu, Yulius juga mengingatkan warga yang belum kebagian membeli dalam operasi pasar murah agar dapat berbelanja di Toko Tani yang berada di Jalan SP2–SP5.
Ia juga memberikan edukasi kepada masyarakat agar lebih hemat dalam mengelola bahan makanan di rumah.
“Kalau anggota keluarga hanya dua atau tiga orang, jangan menanak nasi sampai satu atau dua kilogram karena itu terlalu banyak. Akhirnya makanan terbuang dan menjadi basi. Kita harus memasak secukupnya agar tidak mubazir,” pesannya.
Harga bahan pangan atau komoditi:
SPHP 5 Kg — Rp. 63.000
Beras Premium 10 Kg — Rp. 150.000
Beras Premium 5 Kg — Rp. 70.000
Minyak Goreng 5 Liter — Rp. 95.000
Minyak Goreng 1 Liter — Rp. 15.000
Blueband — Rp. 10.000
Cabe Rawit 1/2 Kg — Rp. 25.000
Gula — Rp. 15.000
Tepung Terigu — Rp. 10.000
Wortel — Rp. 15.000
Kentang — Rp. 15.000
Ayam Lokal — Rp. 50.000
Telur Ayam — Rp. 55.000
Tomat — Rp. 15.000
Bawang Merah — Rp. 40.000
Bawang Putih — Rp. 40.000
Sirup ABC (Brand) — Rp. 10.000
Sirup Marjan — Rp. 27.000
Minuman Kaleng — Rp. 9.500
Teh Pucuk — Rp. 6.500
Teh Kotak — Rp. 7.500. **











































