Viral! Gara-gara Kue Konto, Pembeli Kembalikan kepada Pemilik Toko Maros di Jalan Yos Sudarso Timika
Timika,papuaglobalnews.com – Viral di media sosial (Medsos) WhatsApp pada Minggu 7 – Senin 8 September 2025. Pembeli kembalikan kue konto yang sudah rusak kepada Toko Maros di Jalan Yos Sudarso.
Berdasarkan rekaman video berdurasi satu menit dua puluh tujuh detik yang diterima papuaglobalnews.com sekitar pukul 15.13 WIT pada Senin 8 September 2025, ada suara dua orang pria dengan nada keras menyampaikan ini kue semua pada rusak. Sementara para pelayan menyampaikan kue masih bagus. Namun tetap dibantah oleh kedua pria tersebut bahwa faktanya kuenya sudah rusak semua.
Salah seorang pria dalam rekaman video tersebut mengungkapkan pesanan kue itu untuk acara besar ibadah keagamaan. Banyak jemaat yang pulang tidak makan dan mengeluh kue yang dibagikan sudah berulat dan bau.
“Kuenya sudah rusak tapi mereka masih menawarkan kue masih bagus,” tutur pria tersebut.
Pria tersebut menyampaikan tokoh kue itu ada di Timika depan Kantor Pos.
Pria tersebut juga dengan nada kesal mengharapkan para penjual dalam menjual kue harusnya yang masih bagus bukan menjual kue yang sudah lama.
“Kue-kue sudah rusak dan berulat,” tuturnya kecewa.
Dalam rekaman video itu menunjukan kue-kue yang dikembalikan diletakkan di atas meja. Tiga orang pelayan kue tersebut masih saling menjawab dengan dua pria tersebut bahwa kue masih baik. Namun kue-kue tersebut yang sudah dipecah-pecahkan oleh pelayan langsung dimasukan dalam plastik sampah.
Sementara dalam caption video tersebut ditulis tutup tokonya dan pulangkan penjualnya. Ini sangat berbahaya sekali, cari itu yang halal saja to… dengan memasang emoji memukul testa.
Sementara Darmawati selaku owner Toko Maros meminta maaf kepada pelanggan yang mengembalikan roti yang rusak pada Hari Minggu 7 September 2025.
Darmawati melalui sambungan telepon, Senin 8 September 2025 mengungkapkan, pada saat kejadian dirinya lagi berada di tempat acara.
Ia menjelaskan bapak tersebut membeli tiga jenis roti pada Minggu pagi untuk dibagikan kepada jemaatnya setelah ibadah di gereja.
Tiga jenis kue itu yakni kue konto-konto (kue pisang-red), jalangkote dan lumpia.
“Kue konto-konto yang rusak itu dibawa kembali ke Toko Maros dan dibanting. Sebenarnya kue yang rusak itu hanya sedikit saja, tetapi sudah terlanjur viral,” tuturnya.
Ia juga sudah menyampaikan permohonan maaf dan setelah video itu viral banyak yang datang di toko.
“Saya mengaku salah dan minta maaf sebagai pimpinan. Ini kue kemarin (Sabtu-red) yang malamnya sudah dibawa ke belakang untuk dibuang tapi masih diletakan di meja. Minggu pagi salah satu pelayan datang ambil kembali dan bawa kedepan dikira kuenya masih bagus,” jelasnya.
Ia mengaku peristiwa ini baru pertama kali dialaminya sejak membuka toko kue dengan begitu banyak pembeli.
Dengan kejadian ini, Darmawati menjadikan sebagai pengalaman yang sangat berharga agar dalam pelayanan kedepan lebih berhati-hati dan tidak mengecewakan pelanggan. **














