Uskup Bernardus Programkan Paket Beasiswa Perguruan Tinggi untuk Amor dan Lima Suku Kekerabatan
Melalui program ini, Uskup Bernardus berharap setidaknya tiap tahun ada empat-lima orang yang dididik di sekolah-sekolah yang dikelola lembaga gereja sehingga dalam jangka waktu 10-15 tahun mendatang ada belasan atau puluhan orang Kamoro dan Amungme yang berpendidikan tinggi hingga doktor.
“Kita lihat ada dana besar yang ada dari PTFI melalui YPMAK untuk mengurus pendidikan tapi tidak menyentuh baik anak Kamoro. Pengelolaan tidak fokus, hanya atas nama saja Kamoro tapi orang lain yang nikmati. Tahun 2026 kita akan perbaiki itu dan gereja Keuskupan Timika akan mengambil alih beasiswa tersebut,” terang Uskup.
Dalam menjalankan program ini, Keuskupan melalui panitia akan membuka seleksi calon mahasiswa untuk tamatan SMA-SMK Katolik. Peserta yang lolos seleksi akan dikirim studi di kampus-kampus sesuai dengan pilihan bidang ilmunya. Selama menempuh studi selain akademik juga mendapat pendampingan dari sisi kehidupan rohani dan pelatihan kepemimpinan.
Ia mengakui saat ini Keuskupan Timika bekerjasama Keuskupan Jayupura sedang mengurus izin operasional untuk membuka universitas dengan tujuh fakultas di Sekolah Tinggi Filsafat Teologi (STFT) Fajar Timur Jayapura.
Membuka tujuh fakultas selain filsafat dan teologi untuk memenuhi kebutuhan akan SDM Papua dan Mimika sesuai bidang ilmu yang dibutuhkan.
“Untuk sementara waktu dengan alasan masih keterbatasan SDM dan mempertimbangkan Jayapura sebagai kota studi, kota sejarah, kota tua maka seluruh kegiatan dan aktivitas studi dipusatkan di Jayapura. Nanti ada yang kuliah di Papua ada juga yang kita kirim di luar Papua,” ujar Uskup Bernardus.
Namun kedepan dalam jangka waktu 5-10 tahun setelah SDMnya sudah tersedia dipindahkan ke Timika.
Ia berharap kedepan orang Kamoro dan Amungme serta lima suku kekerabatan lainnya benar-benar menjadi tuan di negerinya sendiri baik sebagai guru, dokter, perawat, pilot, imam dan profesi lainnya. **











