Umat Muslim Timika Antusias Belanja Pangan Murah di Halaman Masjid Babussalam, Nyoman: Sajikan Menu Pangan Lokal di Hari Raya
Nyoman mengungkapkan GPM kali ini juga menjadi spesial karena para petani lokal sedang memasuki musim panen buah-buahan, khususnya nenas yang dijual dengan harga Rp5.000, Rp10.000 hingga Rp15.000.
Ia berharap pada momen panen raya nenas ini masyarakat terdorong membeli dan mengonsumsi buah lokal lebih banyak, terutama karena harganya yang lebih terjangkau.
Menurutnya, peningkatan konsumsi pangan lokal merupakan salah satu cara memperbaiki neraca pemanfaatan pangan lokal yang selama ini, berdasarkan data DKP, masih belum seimbang.
“Kami mengimbau masyarakat untuk lebih banyak mengonsumsi buah lokal seperti nenas, semangka, mentimun, pepaya dan lain-lain,” ujarnya.
Selain itu, masyarakat juga terus didorong membiasakan di rumah menghidangkan menu pangan lokal seperti umbi-umbian patatas, keladi, jagung, kacang-kacangan dan sagu agar tidak sepenuhnya bergantung pada beras.
Ia beralasan beras yang dikonsumsi masyarakat di Mimika sebagian besar didatangkan dari luar daerah seperti Pulau Jawa, Makassar dan Merauke. Sementara pangan lokal selain dapat menjadi pengganti beras, juga memiliki kandungan gizi yang tidak kalah serta mudah diperoleh dari petani setempat.
Nyoman menambahkan, setiap tahun DKP Mimika selalu menyusun neraca bahan makanan. Namun tingkat konsumsi sayur-sayuran, umbi-umbian dan buah-buahan lokal masih tergolong rendah.
Melalui momentum GPM, Nyoman menegaskan secara tidak langsung pemerintah juga ikut mempromosikan dan menghidupkan kembali budaya mengonsumsi pangan lokal yang dalam beberapa waktu terakhir mulai jarang disajikan di setiap keluarga.
“Kami berharap pada setiap hari raya keagamaan masyarakat membiasakan menyajikan menu pangan lokal di meja, baik untuk tamu maupun untuk anggota keluarga,” pungkasnya. **














































