Menurut Sebby Sambom bahwa ini adalah bukti kerja sama antara Amerika dan Indonesia sebelum penyerahan administrasi Papua di tangan Belanda kepada Indonesia atas tekanan Amerika Serikat demi kepentingan emas dan sumber daya alam Papua yang mengakibatkan banyak korban jiwa dari warga sipil dan rusaknya ekosistem alam yang berdampak pada manusia.

Terkait dengan hal tersebut, Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB mengimbau kepada Presiden Donald Trump untuk meninjau kembali sejarah Papua dan konflik yang  berkepanjangan yang sedang terjadi di atas Tanah Papua antara TPNPB dengan aparat militer Indonesia yang mengakibatkan terjadinya banyak korban jiwa antara warga sipil dan kedua belah pihak.

OPM juga menilai PT. Freeport Indonesia yang berada diatas Tanah Papua menjadi akar utama konflik bersenjata yang sedang terjadi, sehingga hal ini perlu diselesaikan oleh Amerika Serikat, Indonesia dan Belanda serta orang Papua.

Sebby Sambom juga dinyatakan bahwa penyerangan terhadap aparat militer Indonesia di wilayah PT. Freeport Indonesia akan terus terjadi jika pemerintah Indonesia, Amerika dan Belanda tidak dapat menyelesaikan akar persoalan konflik, dan pertempuran akan terus meningkat di seluruh wilayah Papua jika negara Indonesia tidak membuka diri dalam penyelesaian masalah politik antara negara kolonial Indonesia dengan orang Papua.

Dalam siaran pers ini Sebby Sambom selain mengucapkan terima kasih atas kerja sama yang baik juga menegaskan penanggungjawab Nasional Komando Markas Pusat Komando Nasional TPNPB-OPM adalah ‎Jenderal Goliath Tabuni selaku ‎Panglima Tinggi TPNPB-OPM. ‎Letnan Jenderal Melkisedek Awom selaku ‎Wakil Panglima TPNPB-OPM, ‎Mayor Jenderal Terianus Satto selaku ‎Kepala Staf Umum TPNPB-OPM dan ‎Mayor Jenderal Lekagak Telenggen sebagai ‎Komandan Operasi Umum TPNPB-OPM. **