TPNPB Tembagapura dan Timika Nyatakan Bertanggungjawab Atas Penembakan Tiga Orang Aparat Militer Indonesia di Area Freeport
Timika,papuaglobalnews.com – Sebby Sambom, Jubir Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Organisasi Papua Merdeka (OMP) menegaskan pasukan TPNPB dari Tembagapura dan Timika bertanggungjawab atas penembakan tiga orang aparat militer Indonesia. Selain menembak tiga anggota TNI juga merampas 2 unit Senjata SS2, 2 unit magazin dan 50 butir amunisi yang kini sudah menjadi aset TPNPB.
Pernyataan ini Sebby Sambom sampaikan dalam siaran pers ke V Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB setelah kejadian pada Rabu 11 Februari 2026 yang disebarkan secara luas melalui media sosial whatsapp.
Dalam siaran pers, ia menjelaskan TPNPB berhasil rampas dua senjata laras panjang dan tembak tiga aparat militer Indonesia di Tembagapura serta mendesak tutup PT. Freeport Indonesia.
Ia juga melaporkan bahwa penyerangan yang terjadi di Tembagapura yang mengakibatkan Sertu Arifin tewas, Sertu Hendrikus dan Pratu Hardiansyah luka-luka dilakukan oleh pasukan TPNPB dari Timika dan TPNPB Kodap VIII Intan Jaya bertanggungjawab penuh atas kejadian tersebut.
Ia juga mengimbau kepada Presiden Prabowo Subianto dan Amerika Serikat untuk segera menutup PT. Freeport Indonesia diatas tanah leluhur mereka, Tanah Papua. Bahkan ia mengancam jika tidak maka TPNPB akan tetap melakukan penyerangan dan penembakan diareal PT. Freeport Indonesia hingga Amerika, Indonesia dan Belanda dapat menyelesaikan akar persoalan konflik diatas Tanah Papua selama 63 tahun lebih.
“Dan kami juga menegaskan bahwa pengelolaan PT.Frreport Indonesia sejak tahun 1967 antara Amerika dan Indonesia hanyalah sepihak sebelum Pepera 1969 dilakukan,” tulisnya.














