Yahukimo,papuaglobalnews.com – Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Kodap XVI Yahukimo mengklaim telah membakar satu unit rumah milik aparat TNI dan menyita sangkur serta parang dalam sebuah operasi di pusat Kota Dekai, Kabupaten Yahukimo pada Sabtu, 16 Mei 2026.

Klaim tersebut disampaikan melalui siaran pers Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB yang diterima redaksi papuaglobalnews.com pada Senin, 18 Mei 2026.

Juru Bicara TPNPB OPM, Sebby Sambom dalam siaran pers itu menyatakan pihaknya menolak pembangunan infrastruktur dan aktivitas ekonomi di Tanah Papua sebelum pemerintah Indonesia menyelesaikan akar persoalan konflik Papua.

“Kami dengan tegas tolak pembangunan infrastruktur dan ekonomi di tanah Papua sebelum negara Indonesia menyelesaikan akar persoalan konflik di tanah Papua,” ujar Sebby Sambom.

Dalam laporan yang disebut berasal dari Makar Sobolim, TPNPB mengklaim bertanggungjawab atas pembakaran rumah milik aparat militer Indonesia di Kota Dekai serta penyitaan sangkur dan parang milik aparat.

Disebutkan, aksi pembakaran dilakukan saat pasukan TPNPB dari Pos Wekom dan Lampion yang dipimpin Makar Sobolim melaksanakan operasi terhadap aparat militer Indonesia yang disebut masuk tanpa izin di atas tanah milik masyarakat adat.

Selain itu, TPNPB juga menyatakan akan terus melakukan operasi di wilayah Yahukimo dan meminta warga imigran Indonesia menghentikan aktivitas di wilayah yang mereka sebut sebagai wilayah perang.

Dalam pernyataannya, TPNPB turut meminta Presiden Prabowo Subianto dan pemerintah Indonesia menghentikan pembangunan di wilayah operasi TPNPB.

TPNPB juga mengeluarkan ancaman terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam pembangunan infrastruktur maupun aktivitas ekonomi di wilayah konflik bersenjata di Papua.

“Kami juga menegaskan kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa sebelum akar persoalan konflik di Tanah Papua diselesaikan maka seluruh pembangunan kami tetap tolak,” demikian isi siaran pers tersebut.

Selain itu, Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB mengimbau warga imigran Indonesia dan warga negara asing yang menjalankan bisnis ekonomi di wilayah konflik bersenjata di Tanah Papua agar menghentikan aktivitas dan kembali ke daerah asal masing-masing.

Siaran pers tersebut ditutup dengan dicantumkan sejumlah nama pimpinan TPNPB-OPM, di antaranya Penanggungjawab Nasional Komando Markas Pusat Komando Nasional TPNPB-OPM Goliath Tabuni, Wakil Panglima TPNPB-OPM Melkisedek Awom, Kepala Staf Umum TPNPB-OPM Terianus Satto dan Komandan Operasi Umum TPNPB-OPM Lekagak Telenggen. **