Paniai,papuaglobalnews.com – TPNPB Kodap XIII Kegepa Nipouda Paniai mengakui memakar puluhan rumah di Paniai yang menewaskan 11 warga setempat pada Senin malam 7 September 2026.

Sebby Sambom, Jubir TPNPB dalam siaran pers Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB Per Senin, 7 September 2026 menjelaskan Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB telah menerima laporan resmi dari  Pasukan TPNPB Kodap XIII Kegepa Nipouda Paniai dibawah pimpinan Panglima Brigjend, Matius Gobai dan dibawah kontrol  Komandan Operasi 03 Mayor Sersan, Semut Merah You menyatakan bertanggungjawab atas eksekusi target membakar terhadap puluhan rumah milik agen intelijen teroris TNI-Polri pemerintah kolonial Indonesia (BIN) di Enarotali, Kabupaten Paniai pada Senin, 7 September 2026.

Dalam operasi rahasia yang dipimpin oleh Pasukan Khusus Komandan Operasi Batalyon 6 Obeigi Kago, Mayor Sersan Dua,  Aibon E Utuma You.

“Operasi target rahasia itu kami tugaskan untuk memantau situasisi selama 30 menit pukul 11.30 malam akhirnya  jam 00.00 pasukan berhasil  eksekusi membakar puluhan rumah milik agen intelijen TNI-POLRI teroris Indonesia dan di dalamnya  kami berhasil menewaskan 11 ayawa agen intelijen teroris TNI-Polri kolonial Indonesia,” tulis Sebby.

Atas peristiwa itu, TPNPB meminta TNI-Polri jangan cari rakyat sipil dan stop tangkap sembarangan kepada warga sipil.

“Jika berani cari kami pasukan TPNPB sebeb aksi ini murni kami yang lakukan,” tantangan Sebby.

Sebby mengklaim korban telah diidentifikasi oleh PIS TPNPB yang disebut sebagai agen intelijen militer pemerintah Indonesia (BIN) yang selama ini memata-matai pasukan TPNPB dan sering menginformasikan kepada aparat TNI-Polri.

“Oleh karena  itu, pasukan TPNPB target eksekusi membakar  rumah milik agen Intelijen TNI-Polri yang dilakukan oleh pasukan TPNPB dari Batalyon 6 Obeigi Kago.  Itu sudah sesuai dengan aturan dan hukum dalam medan perang,” tulis Sebby.

“Kami perlu ingatkan kepada warga imigran  Indonesia dan warga non Papua yang sedang berada di wilayah kami segera angkat kaki dari tanah Papua,” tulis Sebby.

Sebby juga mengimbau kepada seluruh warga imigran Indonesia dan orang Papua pada khususnya untuk segera jaga jarak  dengan aparat militer Indonesia,  jika tidak mau menjadi sasaran berikutnya dalam operasi rahasia yang dilakukan oleh pasukan TPNPB Kodap XIII Kegepa Nipouda Paniai akan bergerak di tengah Kota Kabupaten Paniai di pusat Kota Enarotali dan Madi Provinsi Papua Tengah.

“Serta kami menegaskan kepada warga imigran Indonesia atau orang Papua yang selama ini mendukung pemerintah Indonesia, lalu menjalankan tugas sebagai ASN, DPR, MRP, tukang ojek, tukang bakso, penjual di kios-kios dan pedagang kaki lima agar hentikan aktivitasnya jika tidak ingin menjadi korban dalam operasi rahasia susulan,” ingat Sebby.

Berkaitan dengan itu, Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB kembali mengimbau kepada seluruh agen intelijen militer pemerintah Indonesia yang sedang beroperasi di wilayah konflik bersenjata di seluruh Tanah Papua agar segera keluar dari wilayah tersebut dan kembali ke kampung halamannya di Jakarta, Sulawesi, Manado, Kalimantan dan diluar Tanah Papua lainnya agar tidak menjadi korban dalam serangan dan konflik bersenjata. “Hal ini perlu kami tegaskan agar tidak adanya jatuhnya korban jiwa yang berlebihan dari warga sipil,” katanya. **

Catatan Redaksi

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.” — Pramoedya Ananta Toer

Kami menerima kiriman tulisan opini maupun karya jurnalisme warga yang disertai identitas diri serta foto atau gambar pendukung.

Hak Jawab & Koreksi Berita

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel/berita di atas, Anda dapat mengirimkan artikel atau berita berisi sanggahan, koreksi, maupun hak jawab kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.