Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB menegaskan kepada Presiden Prabowo Subianto penyerangan dan penembakan terhadap aparat militer Indonesia hingga menimbulkan korban jiwa disebut sebagai kegagalan Pemerintah Indonesia dalam menyelesaikan akar persoalan konflik di Tanah Papua selama 64 tahun.

TPNPB menyatakan apabila Pemerintah Indonesia tidak melakukan perundingan dengan pihak mereka, maka ke depan akan dilakukan penyerangan yang lebih besar.

Dalam pernyataannya, TPNPB juga meminta seluruh warga imigran dan pihak yang mereka tuduhkan sebagai agen intelijen militer pemerintah Indonesia yang menyamar sebagai tukang bakso, tukang bangunan, sopir taksi, tukang ojek maupun penjual di kios-kios untuk keluar dari wilayah operasi TPNPB di seluruh Tanah Papua.

TPNPB menyatakan pihak-pihak tersebut akan menjadi target penembakan dalam operasi yang mereka lakukan dengan tujuan merebut kembali kemerdekaan bangsa Papua pada 1 Desember 1961. **

Catatan Redaksi

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.” — Pramoedya Ananta Toer

Kami menerima kiriman tulisan opini maupun karya jurnalisme warga yang disertai identitas diri serta foto atau gambar pendukung.

Hak Jawab & Koreksi Berita

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel/berita di atas, Anda dapat mengirimkan artikel atau berita berisi sanggahan, koreksi, maupun hak jawab kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.