Tim SABER Harga Pangan Temukan Beras Tanpa Nomor Izin Edar di Pasar Sentral
Timika,papuaglobalnews.com – Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Mimika, Yulius Koga, mengungkapkan Tim Sapu Bersih (SABER) Harga Pangan menemukan sejumlah pelanggaran dalam pemantauan di Pasar Sentral Timika.
Temuan paling menonjol adalah penjualan beras tanpa nomor izin edar resmi. Para pedagang menjual beras menggunakan karung kuning tanpa label, nomor registrasi, maupun cap resmi dari pihak produsen.
“Para pedagang menjual beras menggunakan karung-karung kuning. Itu tanpa label atau izin, nomor serta cap resmi dari pihak produksi tidak ada,” ujar Koga saat ditemui papuaglobalnews.com di ruang kerjanya, Selasa 24 Februari 2026.
Menurutnya, penjualan beras tanpa label resmi membuat masyarakat maupun pemerintah tidak dapat memastikan jenis dan kualitas beras yang dijual.
“Kita khawatir kalau tanpa label resmi, pedagang menjual beras medium tetapi mengaku premium. Atau mengambil dari tempat lain namun mengklaim sebagai beras asal Makassar atau Merauke,” tegasnya.
Selain beras tanpa merek, tim juga menemukan pedagang yang menjual produk Minyakita kemasan satu liter seharga Rp25 ribu, jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan Pemerintah Pusat sebesar Rp15 ribu.
Dari hasil penelusuran, diketahui sejumlah pedagang memperoleh pasokan dari distributor yang tidak terdaftar secara resmi di pemerintah pusat.
“Di Timika ini hanya satu distributor yang terdaftar resmi di aplikasi MIRA. Tetapi ada satu lagi yang tidak. Sekarang kami sedang mencari tahu distributor tersebut mendapatkan minyak dari mana,” jelasnya.
Koga menambahkan, alokasi Minyakita untuk Mimika tahun ini akan segera masuk. Ia berencana berkoordinasi dengan Perum Bulog agar pendistribusian memanfaatkan 40 Kios Pangan yang telah direkomendasikan untuk menjual beras SPHP, sehingga pengawasan dapat lebih mudah dilakukan.
Ia menyayangkan masih adanya pedagang yang menjual Minyakita jauh di atas HET.
“Kalau minyak ini masih bisa kami telusuri, tetapi untuk beras memang agak sulit karena banyak distributor yang memasok ke Timika,” pungkasnya. **

































