Dalam homilinya, Mgr. Bernardus menegaskan bahwa penerimaan Sakramen Krisma bukan sekadar seremonial, melainkan tanda pengutusan umat untuk menjadi saksi iman akan kristus di tengah dunia.

Ia mengajak umat yang telah menerima krisma agar berani bersuara, memperjuangkan kebenaran dan hak-hak masyarakat, serta terlibat aktif dalam kehidupan sosial.

“Menerima Sakramen Krisma adalah panggilan untuk berani bersaksi dan berperan aktif dalam kehidupan sosial serta iman,” tegasnya.

Dengan penerimaan Sakramen Krisma ini, Uskup berharap umat mampu menjaga iman dan terus menjadi saksi Kristus dalam keluarga, gereja, dan masyarakat. **