“Ketegasan sebagai cara terbaik menuju perdamaian karena pembiaran adalah pupuk terbaik untuk orang semakin sewenang-wenang dan berkuasa untuk melakukan kejahatan dalam kehidupan di bumi ini,” tegasnya.

Sebagai wakil rakyat, ia menyatakan dukungan penuh terhadap tim harmoni dari Kabupaten Mimika, Dogiyai, dan Deiyai yang akan turun langsung ke lapangan guna menyerap aspirasi masyarakat dan mengidentifikasi batas-batas hak ulayat antara Suku Kamoro dan Suku Mee yang saat ini berkonflik.

Ia pun mengingatkan seluruh pihak, baik Kamoro maupun Mee, agar menahan diri dan tidak mudah terprovokasi. Semua elemen masyarakat diminta memberi ruang kepada tim harmoni untuk bekerja secara aman dan damai demi mencari titik terang penyelesaian.

Menurutnya, selama konflik masih berlangsung, berbagai aspek pembangunan tidak akan berjalan efektif dan masyarakatlah yang akan menjadi korban utama.

“Kita harap semua pihak, siapapun dia baik Kamoro maupun Mee, punya satu pikiran untuk segera menyelesaikan konflik. Karena semakin lama dipelihara, masyarakat juga yang menderita. Pelayanan pendidikan, kesehatan, dan ekonomi akan macet,” pungkasnya. **

Catatan Redaksi

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.” — Pramoedya Ananta Toer

Kami menerima kiriman tulisan opini maupun karya jurnalisme warga yang disertai identitas diri serta foto atau gambar pendukung.

Hak Jawab & Koreksi Berita

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel/berita di atas, Anda dapat mengirimkan artikel atau berita berisi sanggahan, koreksi, maupun hak jawab kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.