Sebaran Kasus Malaria Per Puskesmas di Mimika 2025: Wania Pegang Rekor Positif Tertinggi, Alama Tanpa Kasus
Timika,papuaglobalnews.com – Sebaran kasus malaria di Kabupaten Mimika Papua Tengah sepanjang tahun 2025 menunjukkan variasi signifikan antar puskesmas. Berdasarkan data Percepatan Eliminasi Malaria Tahun 2025 pada Dinas Kesehatan Mimika menunjukan Puskesmas Wania mencatat pemegang rekor jumlah kasus positif malaria tertinggi dibandingkan fasilitas kesehatan lainnya.
Hal ini terungkap dalam Rapat Evaluasi Program Malaria tahun 2026 yang dilaksanakan Dinas Kesehatan Mimika di salah satu hotel di Timika, Selasa 10 Februari 2026.
Sesuai data analisis sebaran kasus malaria per puskesmas tahun 2025, bahwa Puskesmas Wania melakukan pemeriksaan terhadap 139.083 orang, dengan temuan 19.314 kasus positif malaria dan positivity rate (PR) sebesar 13,89 persen. Jumlah ini menjadi yang tertinggi secara komulatif di Mimika.
Sementara itu, jumlah pemeriksaan terbanyak dilakukan oleh Puskesmas Timika, yakni 173.067 pemeriksaan, dengan kasus positif sebanyak 12.671 dan PR relatif rendah sebesar 7,32 persen. Kondisi ini menunjukkan cakupan skrining yang luas berdampak pada penurunan rasio penularan.
Puskesmas Pasar Sentral juga mencatat angka pemeriksaan tinggi sebanyak 160.875 orang, dengan 17.064 kasus positif dan PR 10,61 persen. Disusul Puskesmas Timika Jaya dengan 134.463 pemeriksaan, 12.401 kasus positif, dan PR 9,22 persen.
Namun, jika dilihat dari tingkat penularan, Puskesmas Hoya menjadi wilayah dengan PR tertinggi di Mimika. Dari 252 pemeriksaan, ditemukan 96 kasus positif malaria, dengan PR mencapai 38,10 persen. Tingginya PR ini mengindikasikan wilayah tersebut masih sangat endemis malaria meskipun jumlah pemeriksaannya relatif kecil.
Selain Hoya, PR tinggi juga tercatat di Puskesmas Jita sebesar 31,63 persen, Puskesmas Mapar 26,95 persen, serta Puskesmas Tapormai 26,02 persen. Wilayah-wilayah ini menjadi perhatian khusus dalam upaya pengendalian malaria.
Sementara itu, sejumlah puskesmas mencatat PR rendah, seperti Puskesmas Ipaya dengan PR 4,21 persen, Puskesmas Ayuka 5,40 persen, Puskesmas Amar 5,36 persen, dan Puskesmas Jila 5,71 persen. Bahkan Puskesmas Alama tanpa mencatat kasus positif malaria dari 15 pemeriksaan yang dilakukan.
Data ini menunjukkan bahwa tantangan eliminasi malaria di Mimika tidak hanya terletak pada jumlah kasus, tetapi juga pada ketimpangan tingkat penularan antarwilayah. Pemerintah daerah bersama Dinas Kesehatan diharapkan dapat memfokuskan intervensi pada puskesmas dengan PR tinggi, khususnya di wilayah pedalaman dan akses terbatas.
Upaya peningkatan skrining, pengobatan tuntas, pengendalian vektor, serta edukasi masyarakat dinilai menjadi kunci dalam mencapai target eliminasi malaria di Kabupaten Mimika. **














