Timika,papuaglobalnews.com – Anggota DPRK Mimika, Mariunus Tandiseno, menyerap aspirasi masyarakat RT 45 Kelurahan Kamoro Jaya dan RT 11 Kampung Mandiri Jaya, Distrik Wania, Kabupaten Mimika, dalam kegiatan reses tahap pertama pada Jumat 13 Maret 2026.

Kegiatan reses berlangsung di Gang Kasamol, Jalan Hasanuddin, dihadiri Kepala Kelurahan Kamoro Jaya Musdalifa, tokoh agama, serta tokoh masyarakat setempat.

Dalam arahannya, Musdalifa menyampaikan reses merupakan kesempatan bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai aspirasi secara langsung kepada wakil rakyat agar dapat diperjuangkan di DPRK Mimika.

Menurutnya, anggota dewan memiliki kewajiban menampung seluruh aspirasi masyarakat, baik yang berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat maupun pembangunan infrastruktur.

“Beberapa usulan masyarakat antara lain pembangunan jalan, drainase, lampu jalan, talud, serta pembangunan Posyandu atau Postu,” ujarnya.

Musdalifa juga menyarankan agar usulan pembangunan pagar gereja dapat disampaikan melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Mimika.

Ia menambahkan wilayah tersebut sudah lama tidak tersentuh pembangunan. Sejak tahun 2006, pembangunan yang dilakukan hanya berupa jalan tailing, sementara infrastruktur lainnya belum mendapat perhatian.

“Ini kesempatan emas di awal tahun. Mari kita sama-sama peduli pada lingkungan kita. Daerah ini sejak tahun 2006 belum pernah disentuh pembangunan selain jalan tailing,” jelasnya.

Musdalifa berharap masyarakat aktif menyampaikan aspirasi agar dapat dimasukkan dalam Pokok Pikiran (Pokir) DPRK untuk diperjuangkan dalam program pembangunan daerah.

Sementara itu, tokoh masyarakat RT 45, Yopi Kualik, menyampaikan keluhan sejak dirinya pindah dari Kwamki Narama dan membuka perkampungan di wilayah tersebut, pembangunan dari pemerintah hampir tidak pernah masuk.

Akibatnya, kondisi lingkungan hingga kini masih sangat tertinggal dibandingkan wilayah lain di Mimika.

Menurut Yopi, masyarakat sempat berpikir kondisi tersebut terjadi karena tidak ada perwakilan mereka di pemerintahan maupun di DPRK yang melihat langsung kesulitan warga.

Ia mengusulkan beberapa pembangunan prioritas, di antaranya perbaikan Jalan Kasamol  menuju perkampungan yang saat ini rusak, pemasangan jaringan air bersih, serta lampu penerangan jalan.

“Saya sudah beberapa kali memasukkan proposal pembangunan jalan, rumah, dan air bersih, tetapi sampai sekarang belum pernah ditanggapi pemerintah,” keluhnya.

Ia berharap dengan kunjungan reses anggota DPRK Mimika pada tahun 2026 ini, aspirasi masyarakat dapat benar-benar diperjuangkan.

Senada dengan itu, tokoh masyarakat lainnya, Alex Onawame, mengkritik kurangnya perhatian aparat pemerintah setempat yang dinilai jarang turun langsung melihat kondisi masyarakat.

Ia juga menyinggung kebiasaan para calon pemimpin yang rajin turun menemui masyarakat saat masa kampanye, namun jarang kembali setelah terpilih.

Alex menegaskan masyarakat RT 45 Kelurahan Kamoro Jaya dan RT 11 Kampung Mandiri Jaya berkomitmen mendukung setiap pembangunan yang masuk di wilayah mereka.

“Kami sepakat, tidak akan ada palang-palang pembangunan di sini. Siapa pun yang datang membawa pembangunan meskipun beda kulit, rambut dan bahasa, masyarakat akan mendukung karena itu untuk kepentingan bersama,” tegasnya.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Mariunus Tandiseno mengaku prihatin setelah melihat langsung kondisi masyarakat di wilayah tersebut yang masih jauh dari perhatian pembangunan.

Wakil Ketua II Komisis IV ini sebelum melaksanakan reses, dirinya bersama Plt. Kepala Distrik Wania Merlyn Temorubun dan Kepala Kelurahan Kamoro Jaya telah lebih dahulu meninjau kondisi wilayah tersebut.

Sebagai wakil rakyat, ia merasa sedih karena masih banyak masyarakat yang tinggal di wilayah perkotaan Distrik Wania tetapi belum menikmati pembangunan yang layak, terutama jika dibandingkan dengan Distrik Mimika Baru dan Kuala Kencana.

“Pada pemilihan lalu saya tidak ada suara di sini. Tapi mungkin belum kenal. Tapi merasa punya hati maka saya datang reses di sini. Kita yang tinggal di sebelah kiri Jalan Hasanuddin ke atas ini jalannya banyak berlubang. Saya ingin pada periode kedua ini benar-benar melihat perubahan di masyarakat,” ujarnya.

Anggota DPRK dua periode utusan Golongan Karya itu, menegaskan akan terus turun ke masyarakat untuk melihat langsung kebutuhan pembangunan dan berupaya memperjuangkannya dengan meminta dukungan dari masyarakat serta pihak terkait lainnya.

Ia meminta masyarakat menyampaikan aspirasi secara prioritas agar dapat diperjuangkan secara maksimal.

“Kalau terlalu banyak usulan tentu sulit saya realisasikan. Saya minta yang benar-benar prioritas seperti jalan, penerangan, dan air bersih,” katanya.

Ia menargetkan perubahan pembangunan di wilayah tersebut sudah harus terlihat paling lambat pada tahun 2027.

“Saya ingin masyarakat percaya bahwa apa yang kita sepakati hari ini akan saya perjuangkan. Kalau saya datang lagi ke sini, masyarakat bisa melihat bahwa sudah ada perubahan,” ujarnya.

Mariunus juga berharap masyarakat mendukung setiap program pembangunan yang masuk dan tidak melakukan pemalangan karena pembangunan tersebut bertujuan untuk kepentingan bersama.

Pada kesempatan itu, Mariunus berjanji sebagai bukti awal akan perjuangkan pembangunan rumah untuk Alex Onawame yang kondisinya sangat memprihatinkan pada tahun anggaran 2026 ini. **