Rayakan Kepemimpinan Capten Nalio Jangkup, Masyarakat Mimika Gelar Tradisi Bakar Batu
Timika,papuaglobalnews.com – Ribuan masyarakat Kabupaten Mimika hari ini larut dalam kegembiraan dan ucapan syukur, Selasa 13 Mei 2026.
Momentum ini menandai babak baru bagi panggung politik lokal seiring keberhasilan salah satu putra terbaik Suku Amungme, Capten Nalio Jangkup, yang resmi memimpin partai besar, Partai Demokrasi (PD) di tingkat daerah.
Sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan dan penghormatan terhadap leluhur, masyarakat menggelar prosesi adat besar berupa acara Bakar Batu (Barapen) berlangsung di kediaman Nalio Jangkup yang berlokasi di belakang Keuskupan Timika Jalan Kasih.
Ritual ini menjadi simbol persatuan dan kegembiraan kolektif warga Amungme atas kembalinya keterwakilan anak asli daerah di pucuk pimpinan partai politik strategis.
Kebangkitan Putra Daerah di Panggung Politik
Kegembiraan warga bukan tanpa alasan. Selama beberapa tahun belakangan, kepemimpinan partai-partai besar di Mimika didominasi oleh rekan-rekan Nusantara.
Dianu Omaleng tokoh muda Amungme menegaskan hadirnya Capten Nalio Jangkup sebagai nahkoda baru dipandang sebagai bukti nyata bahwa anak asli Amungme mampu bersaing dan memimpin instrumen politik besar di tanahnya sendiri.
“Ini adalah sejarah dan kebanggaan bagi kami. Di hadapan ribuan warga, berdiri seorang putra Amungme yang siap mengemban amanah besar ini,” ungkap Dianu dalam rilisnya kepada redaksi papuaglobalnews.com, Selasa 13 Mei 2026.
Perahu Politik untuk Generasi Jigi Mugi Delama
Dalam sambutan di hadapan massa, Capten Nalio Jangkup menegaskan komitmennya untuk menjadikan partai ini sebagai wadah kaderisasi bagi generasi muda Papua, khususnya di wilayah adat Amungme.
“Partai ini hadir sebagai perahu bagi pemuda dari wilayah adat Jigi Mugi Delama. Kami ingin anak-anak muda dari daerah ini memiliki kendaraan yang solid untuk maju, unjuk gigi, dan menyuarakan aspirasi rakyat di panggung politik,” tegas Capten Nalio Jangkup disambut riuh tepuk tangan warga.
Melalui perayaan budaya Bakar Batu ini, masyarakat Mimika menaruh harapan besar agar kepemimpinan baru ini membawa perubahan positif, menjaga hak-hak masyarakat adat, serta menciptakan iklim politik yang inklusif di Bumi Amungsa. **
“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.” — Pramoedya Ananta Toer
Kami menerima kiriman tulisan opini maupun karya jurnalisme warga yang disertai identitas diri serta foto atau gambar pendukung.
Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel/berita di atas, Anda dapat mengirimkan artikel atau berita berisi sanggahan, koreksi, maupun hak jawab kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.




















