Pupuk Keakraban dalam Iman Kristus, KBG Santo Rafael Malaikat Agung Ziarah Rohani Penutupan Rosario di Gua Maria Bunda Penolong Abadi Mile 21
Timika,papuaglobalnews.com – Dalam upaya memupuk kekompakan, keakraban, kasih, dan persaudaraan dalam semangat iman kepada Kristus, Komunitas Basis Gerejawi (KBG) Santo Rafael Malaikat Agung, Paroki Santo Stefanus Sempan Timika, Keuskupan Timika, melaksanakan ziarah rohani penutupan Doa Rosario Bulan Mei dengan tagline “Teladan Bunda Maria sebagai Pewarta Cinta Kasih” pada Minggu, 31 Mei 2026.
Penutupan Doa Rosario tersebut bertepatan dengan Hari Raya Tritunggal Mahakudus. Kegiatan ibadah berlangsung di Gua Maria Bunda Penolong Abadi yang berada di kawasan wisata Paive Mile 21, Kampung Nawaripi, Distrik Wania, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, yang dikelola oleh BUMDes Nawaripi Jaya. Kegiatan dimulai pukul 10.00 WIT.
Selama mendaraskan rosario, umat dengan khusyuk merenungkan lima Peristiwa Mulia, yakni Yesus bangkit dari antara orang mati, Yesus naik ke surga, Roh Kudus turun atas para rasul, Maria diangkat ke surga, dan Maria dimahkotai di surga. Seluruh rangkaian doa berlangsung dalam suasana cuaca yang cukup hangat.
Anggota KBG Santo Rafael Malaikat Agung berangkat menuju lokasi ziarah menggunakan tiga unit bus Damri pada pukul 09.00 WIT. Perjalanan ditempuh melalui Jalan Budi Utomo, Jalan Hasanuddin, Jalan Yos Sudarso, Jalan Mente (Kondro), hingga Jalan Freeport.
Antusias anggota KBG dalam mengikuti ziarah rohani ini sangat luar biasa. Selain orang dewasa, anak-anak juga turut ambil bagian dalam doa syukur penutupan Bulan Maria tersebut. Sebagai bentuk keseragaman, seluruh peserta mengenakan baju berwarna putih yang rapi dan sopan.
Setelah doa rosario selesai, kegiatan dilanjutkan dengan sesi foto bersama yang dibagi dalam beberapa kelompok, mulai dari anak-anak, kaum ibu, kaum bapak, hingga foto gabungan seluruh peserta. Namun, pada penghujung sesi foto bersama, di tengah suasana sukacita kebersamaan dan cuaca pagi yang semakin terik sekitar pukul 11.00 WIT, alam seolah mencurahkan rahmat dan berkatnya melalui hujan gerimis yang turun perlahan.
Usai doa dan mengabadikan momen kebersamaan, seluruh peserta bergeser menuju area kolam pancing untuk melanjutkan acara santai dan makan siang bersama dalam suasana penuh kekeluargaan.
Untuk semakin menghangatkan suasana ziarah, diputar sejumlah lagu rohani serta lagu daerah, seperti Gawi dari Ende-Lio dan Dolo-Dolo dari Lamaholot. Kedua lagu tersebut berasal dari Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), diselingi dengan berbagai lagu hiburan lainnya yang menambah semarak kebersamaan.
Setelah hampir lima jam berada di lokasi wisata rohani Paive Mile 21, seluruh peserta mulai merapikan barang-barang dan bersiap kembali ke rumah masing-masing dengan menumpangi tiga bus Damri.
Dalam perjalanan pulang, rombongan mengambil rute berbeda, melewati Kampung Nawaripi, Jalan Yos Sudarso, hingga Jalan Sam Ratulangi Ujung.
Melalui momen ziarah rohani ini, anggota KBG Santo Rafael Malaikat Agung memperoleh kesempatan berharga untuk menimba kekuatan baru dalam kasih Bunda Maria dan cinta kepada Kristus sebagai Kepala Gereja. Semangat tersebut diharapkan terus menjaga api iman agar tetap kokoh dan menyala dalam hati setiap orang beriman, sekaligus memperteguh nilai-nilai persaudaraan dan kemanusiaan.
Gua Maria Bunda Penolong Abadi Paive diresmikan oleh Plt. Bupati Mimika saat itu, Johannes Rettob, dan diberkati oleh RP. Maximilianus Dora, OFM, Pastor Paroki Santo Stefanus Sempan Timika, pada Jumat, 9 Desember 2022.
Keberadaan Gua Maria Bunda Penolong Abadi kini menjadi salah satu tujuan ziarah dan wisata rohani bagi umat Katolik di Mimika. Arca Bunda Maria setinggi 1,75 meter tersebut berdiri kokoh di atas lahan seluas dua hektare dengan 12 tiang penyangga, yang pembangunannya menggunakan dana desa Kampung Nawaripi. **
Berikut rangkaian foto momen kebersamaan dalam ziarah rohani yang diabadikan papuaglobalnews.com:

Bus Damari menunggu kedatangan anggota KBG di Jalan Budi Utomo.




Umat KBG Santo Rafael Malaikat Agung khusuk dalam doa rosario.

Umat menyalakan lilin di kaki Arca Bunda Maria.

Anak-anak KBG Santo Rafael Malaikat Agung dalam suasana suka cita foto bersama didampingi orangtua.

Anggota KBG Santo Rafael Malaikat Agung kelompok ibu-ibu foto bersama dengan gaya bebas penuh suka cita.

Anggota KBG Santo Rafael Malaikat Agung kelompok bapak-bapak foto bersama dengan gaya bebas sambil menunjuk ke arah Acra Bunda Maria penuh suka cita.

Ibu-ibu dan anak-anak foto bersama dengan penuh suka cita.

Semua khusuk dalam doa makan siang bersama.




Momen mengantri mengambil makan siang.

Ketua GBG Santo Rafael Malaikat Agung Bapak Stevy diampingi Bapak Domi menyiapkan meja makan.

Hangatkan suasana dengan gawi atau tandak bersama, sebuah tarian adat masyarakat Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Tarian ini menggambarkan kesatuan, kebersamaan dan kekompakan yang utuh dengan saling memegang tangan.















