Profesionalisme Pajak Daerah sebagai Sinyal Stabilitas Fiskal
Sebagai sebuah bagian ekosistem fiskal, profesionalisme pajak tidak dapat berdiri sendiri. Ia harus sejalan dengan strategi ekonomi daerah yang lebih luas. Ketika pemerintah daerah terlalu cepat menaikkan pajak tanpa terlebih dahulu mengoptimalkan sektor produktif: pertanian, peternakan, dan perikanan, fiskal menjadi rapuh. Sektor-sektor ini menyediakan basis ekonomi berkelanjutan: memperluas lapangan kerja, memperkuat daya beli, dan pada akhirnya memperluas basis pajak secara alami.
Optimalisasi sektor riil menghasilkan penerimaan yang lebih stabil dibandingkan kenaikan tarif semata. Pajak kemudian tumbuh sebagai konsekuensi aktivitas ekonomi, bukan sebagai beban yang dipaksakan. Bagi investor, ini adalah sinyal bahwa pemerintah daerah memahami urutan kebijakan: membangun ekonomi terlebih dahulu, baru menarik pajak secara proporsional.
Penataan Pejabat Eselon
Di titik ini, penataan pejabat eselon di sektor pendapatan memiliki makna strategis. Pelantikan pejabat pajak bukan rutinitas birokrasi, melainkan bagian dari strategi fiskal. Penempatan figur berbasis kompetensi, sertifikasi, dan integritas segera dibaca pasar sebagai sinyal stabilitas. Sebaliknya, kompromi politik dalam jabatan teknis diterjemahkan sebagai peningkatan risiko kebijakan.
Profesionalisme pajak daerah bertumpu pada tiga pilar.
Pertama, kepastian regulasi dan konsistensi kebijakan. Dunia usaha membutuhkan aturan yang dapat diprediksi.
Kedua, kapasitas dan integritas aparatur, karena sistem sebaik apa pun akan runtuh jika dikelola oleh sumber daya manusia yang lemah.
Ketiga, transparansi dan digitalisasi, yang memperkecil ruang negosiasi informal dan memperkuat akuntabilitas.
Pengalaman banyak daerah menunjukkan bahwa lonjakan penerimaan jangka pendek tanpa reformasi kelembagaan justru memicu ketegangan dengan pelaku usaha dan meningkatkan risiko kebocoran fiskal. Sebaliknya, daerah yang membangun profesionalisme secara bertahap menikmati reputasi jangka panjang dan stabilitas yang lebih tahan guncangan.
Instrumen Ekonomi Politik
Pada akhirnya, pajak adalah instrumen ekonomi-politik. Ia mencerminkan relasi antara negara, pasar, dan warga. Ketika pajak dikelola secara profesional, negara hadir sebagai pengelola yang rasional dan dapat dipercaya. Ketika pajak dikelola secara serampangan, ia berubah menjadi simbol ketimpangan kuasa.
Dalam persaingan antarwilayah menarik investasi, kepercayaan adalah mata uang paling mahal. Dan kepercayaan dibangun bukan dari tarif rendah atau insentif sesaat, melainkan dari kualitas institusi. Profesionalisme pajak daerah termasuk di Mimika menjadi penanda apakah negara bekerja sebagai pengelola pembangunan, atau sekadar penarik rente. Pasar membaca perbedaan itu dengan sangat jeli. **














