“Kita minta sesama alumni untuk tetap jaga kebersamaan,” pesan Leo.

Ia mengajak untuk sama-sama menjaga PTFI, Pemerintah Daerah dan YPMAK termasuk menjaga seluruh masyarakat yang ada. Caranya dengan bahu membahu membangun daerah ini dan bangsa Indonesia.

Sementara berkaitan dengan program kesehatan, Leo mengungkapkan saat ini banyak masyarakat Amungme-Kamoro dan lima suku kekerabatan yang sakit.

Sebagai orang terdidik perlu memberikan edukasi dan masukan dengan bahasa daerah yang mudah dimengerti kepada masyarakat supaya kebiasaan pola hidup yang tidak sehat harus dikurangi.

Begitu juga dengan mengkonsumsi miras, merokok dan makan pinang berlebihan harus perlahan-lahan dikurangi. Ini menjadi tugas alumni berkoordinasi dengan stakeholders lainnya untuk memberikan edukasi atas hal-hal baik  kepada masyarakat. Dengan edukasi hal positif hidup menjadi lebih sehat.

Selain itu, Leo menyentil mengenai pola ekonomi yang masih tradisional menjadi tugas alumni untuk sama-sama berpikir menggantikan dengan pola lebih modern.

Karena orang hidup di jaman yang semakin maju, sumber daya alam juga semakin terbatas dan pertumbuhan penduduk semakin tinggi, jika tidak mampu mencarikan solusi akan menjadi masalah dimasa mendatang.

Ia berharap alumni menjadi salah satu elemen penting dalam mendukung pembangunan supaya Mimika, Indonesia dan tanah Papua yang dicintai dapat maju secara bersama-sama.

Lebih Jauh, Leo mengungkapkan kedepan dalam program beasiswa bukan lagi berbicara tentang kuota tetapi kualitasnya.

“Karena orang Papua mampu dan berkualitas,” tegasnya.

Sebagai mahasiswa penerima beasiswa harus berkompetisi.

“Kita semua sama. Sehingga alumni perlu membuat formasi untuk mendorong memberikan motivasi kepada adik-adik yang lain dan jangan berlama-lama, supaya bisa bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” pesan Leo. **